Kids Zaman Now (4) – NASIHAT LUQMAN !

SURABAYAONLINE.CO – Bismillahhirrohmanirrohiim. Dalam ISLAM sebenarnya sudah ada contoh bagaimana cara mendidik anak dalam berbagai zaman atau generasi. Baik generasi Baby Boomers (Lahir Pada Rentang Tahun > 1960), Generasi X (Tahun Kelahiran 1961-1980), Generasi Y – Generasi Millennial (Tahun Kelahiran 1981-2000), Generasi Z (Tahun Kelahiran 2001-2010), dan Generasi Alpha (Tahun Kelahiran 2010-Sekarang).

Terutama terkait dengan pendidikan akhlaq dan ibadah, sebagaimana yang tercatat dalam A;-Qur’an Surah ke 31, yakni Surah LUQMAN. PadaSurah tersebut, menceritakan tentang Luqman, adalah nama hamba ALLAH SWT yang diabadikan dalam Kitabullah. Apa alasan ALLAH SWT mengabadikan nama LUQMAN AL HAKIM ? Alasannya sederhana, lantaran sifat beliau yang amat BIJAK dan TAKWA saat mendidik anaknya, agar menjadi pribadi muslim yang setia kepada ALLAH SWT.

Kitab Al-Ibris, Tafsir Alqur’an Karya KH Bisri Mustofa Bishri, menjelaskan  Luqman adalah Cicit dari Azar, Ayahanda Nabi Ibrahim as. Luqman hidup selama 1000 tahun, ia sezaman bahkan gurunya Nabi Daud as. Sebelum Nabi Daud as diangkat menjadi Nabi, Luqman sudah menjadi Mufti saat itu, tempat konsultasi dan bertanya Nabi Daud as. Luqman dijuluki sebagai Ahlul hikmah. Mungkin kita sudah sering mendengar kata hikmah, namun pada kenyataannya kita sering meleset akan arti hikmah tersebut.

Hikmah adalah kemampuan memecahkan suatu masalah dan mampu mencari solusi yang terbaik dari suatu masalah tersebut, sehingga hasil dari hikmah itu adalah kemaslahatan bagi orang tersebut. Adapun syarat seseorang dapat memiliki kemampuan untuk memiliki Ilmu Hikmah yang baik adalah kuatnya ibadah kepada ALLAH SWT serta ilmu yang tinggi, Hal tersebut terdapat pada diri Luqman, ketika menjadi guru dari seorang Nabi Daud. Mungkin ada yang biasa menyebiut nama Luqman Al-Hakim.

Sebenarnya, terdapat bermacam-macam pendapat ahli tafsir mengenai asal-usul dan sejarah Luqman. Ada yang mengatakan Luqman adalah seorang hakim, tukang kayu, dan ada juga yang berpendapat beliau adalah seorang WALI. Walau bagaimanapun, cukup untuk kita tahu bahawa Luqman ini adalah seorang yang istimewa dan diberi Ilmu Hikmah oleh ALLAH SWT, berupa kebijaksanaan. Sehinggakan, terdapat sebuah Surah Khusus dalam Al-Quran yang menceritakan kisah beliau beserta nasihat yang disampaikan kepada anaknya.

Berikut adalah nasihat Luqman Al-Hakim yang terdapat dalam Al-Quran (Surah Luqman) dan juga sebahagian lagi yang disebut dalam beberapa kitab lainnya, antara lain Kitab Tafsir Ruhul Ma’ani dan Kitab Hidayatullah Mursyidin.

Mengesakan ALLAH SWT : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di kala sedang memberinya nasihat, (katanya) : Hai Anakku ! Janganlah engaku mempersekutukan ALLAH SWT, kerana sesungguhnya syirik itu adalah suatu penganiayaan yang besar.”

Menjaga Sekecil Apapun Perilaku Buruk : “Hai Anakku ! Sesungguhnya jika ada (amal-amal) itu sebesar biji sawi (sekalipun), biar adanya didalam batu, atau dilangit, ataupun dibumi, nescaya ALLAH SWT akan menunjukkan (memperlihatkannya). Sesungguhnya ALLAH SWT Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

Solat dan Sabar : “Hai Anakku ! Dirikanlah Solat dan suruhlah (manusia) berbuat kebajikan dan laranglah dari perbuatan yang mungkar dan sabarlah atas sesuatu (musibah) yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari urusan-urusan yang dipastikan (ALLAH SWT).”

Tidak Membangga Diri : “Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (kerana sombong) dan janganlah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya ALLAH SWT tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan berlakulah sederhana dalam berjalan dan rendahkanlah suaramu (dalam berbicara) sesungguhnya seburuk-buruknya suara ialah suara keledai.”

Marah Anak Karena Sayang : “Hai Anakku ! Seandainya ibu dan bapamu marah kepadamu kerana kekhilafan (Salah) yang dilakukanmu, maka marahnya ibu dan bapamu adalah bagaikan pupuk bagi tanam-tanaman. Tujuannya agar kalian lebih baik.”

Menghindari Hutang : “Hai Anakku! Jauhkanlah dirimu dari berhutang. Karena sesungguhnya berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu siang dan gelisah diwaktu malam hari.”

Hindari Berbohong Walau Sekali : “Hai Anakku ! Engkau jauhilah bersifat dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakannya, seperti enaknya memakan daging burung, sedikit saja berdusta, akibatnya tetap akan memberi bahaya.”

Pentingnya Mengingati Kematian : “Hai Anakku ! Kalau bertemu dua kejadian, antara menjenguk orang mati dengan menghadiri pesta perkawinan, maka pergilah menjenguk orang mati. Demikian itu karena kita akan mengingatkan diri yang bakal pulang ke kampung akhirat. Sedangkan menghadiri pesta kawin hanya mengingati diri kepada kesenangan duniawi saja.”

Makan Sekadarnya : “Hai anakku ! Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebih-lebihan. Sesungguhnya memberikan makanan yang engkau makan sampai kenyang berlebih-lebihan itu kepada seekor anjing adalah lebih baik daripada engkau memakannya.”

Beramal Dengan Ilmu : “Bukanlah baik namanya, bila engkau selalu mempelajari segala macam ilmu yang belum engkau ketahui. Sedangkan ilmu yang telah diperolehi belum lagi engkau amalkan. Hal seperti ini tak ubahnya dengan perbuatan seseorang yang mencari kayu api. Setelah dikumpulkan, lalu dipikulnya. Tapi dia tak kuat membawanya, kemudian dia tambah lagi.”

Karakter Yang Perlu Dijauhi : “Hai Anakku ! Janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan karena sesuatu yang menggelikan. Janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti. Janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu. Janganlah menyia-nyiakan hartamu.”

Saudaraku yang dimuliakan ALLAH SWT, nampaknya apa yang menjadi nasihat Pak Lukman ini, sebagai gambaran kepada kita bahwa ALLAH SWT telah memberi Ilmu Hikmah terhadap Nasihat ini sangat relevan dan sepatutnya dijadikan panduan keluarga kita hingga sampai akhir zaman atau generasi, yakni Yaumil Qitamah kelak. Semoga ALLAH SWT menjadikan putra-putri kita, dan seluruh keturunan kita SHOLIH dan SHOLIHAH. Aaamiin Yaa Mujibassailin. (*/kangmas_bahar/bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *