Investasi Bodong Rugikan Warga Lamongan Ratusan Juta Rupiah

SURABAYAONLINE.CO – Hati-hati saat investasi jika tak ingin gigit jari seperti warga Lamongan. Heni Kurnia (42) warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, ini kepincut investasi dengan bagi hasil bersama temannya.

Rupanya, teman kuliahnya bernama Tika yang mengaku tinggal di Jember ini menipu korban hingga ratusan juta. Korban pun melapor ke polisi. Heni mengaku tertipu dengan investasi bagi hasil yang ditawarkan oleh pelaku melalui telepon.

“Saat itu saya ditelepon dan seperti dihipnotis, saya kemudian ikut investasi ini dengan mentransfer sejumlah uang,” kata Heni saat ditemui wartawan di Mapolres Lamongan, Kamis (11/1/2018).

Heni mengaku, pertama kali ia mentransfer uang November 2017. Saat itu pelaku menghubunginya dalam sehari 2-3 kali. Pelaku selalu minta ditransfer mulai November-Desember. Dan korban selalu saja mentransfer. Hingga nilainya mencapai Rp 120 juta.

“Saya sadar kalau tertipu setelah mengecek sendiri ke Jember. Nama koperasi bagi hasil, saya investigasi ternyata tidak ada. Saya transfer ke bank ya setiap kali saya dihubungi oleh teman saya itu,” terang Heni di hadapan petugas kepolisian saat melapor.

Heni mengungkapkan, investasi yang dijanjikan sistem bagi hasil 20 persen dari modal yang telah disetorkan. Namun setelah alamat yang diberi pelaku didatangi, hasilnya fiktif.

“Alamat koperasi tersebut palsu dan alamat rumah pelaku juga palsu,” ungkap Heni yang mengaku hampir setiap 2-3 hari ia mentransfer uang dengan rekening yang berbeda hingga ada 21 kali yang sudah ditransfer.

Sementara Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Suwarta mengatakan saat ini pihaknya masih mempelajari laporan korban dan masih menyelidiki kasus ini. Warta berharap masyarakat waspada jika akan berinvestasi, dengan mempelajari betul-betul tawaran sehingga tidak mudah tertipu. “Kami masih mempelajari kasus ini,” katanya kepada wartawan. (detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *