Tak ada Debat Pembela Agama dan Penista dalam Pilkada Jatim

Edukasi Pilkada Jatim

Oleh : Yusron Aminulloh

SURABAYAONLINE.CO — SEMALAM Jawa Timur membangun sejarah. Dua partai yang selama di Pilkada DKI berseberangan keras, yakni PDIP dan PKS, untuk Gus Ipul mereka bersatu.

Sudah pasti mereka bersatu dan “menikah” untuk Jawa Timur, untuk kerukunan umat beragama yang damai. Peristiwa ini secara tidak langsung mengurangi debat di masyarakat adanya partai pembela agama dan partai penista agama.

Ketua Umum DPW PKS Jawa Timur Arif Hari Setiawan, mengaku, dukungan ke Gus Ipul merupakan sudah dilakukan komunikasi cukup lama, sejak tahun 2017. Sebelum partai lain memberikan dukungan pada Gus Ipul.

“Saat itu Gus Ipul melakukan silaturahmi ke kantor DPW PKS Jawa Timur, untuk dukungan dalam Pilgub Jawa Timur 2018,” kata Arif Hari Setiawan, Selasa (9/1) malam.

Selain itu, juga berdasarkan dari arahan para kiai untuk memberikan dukungan, mengusung Gus Ipul. Dari komunikasi itu terus dilakukan, dan makin dimantapkan, menyepakati menjadi Jawa Timur bersih, transparan dan meningkatkan kinerja utama pemerintahan.

Secara terpisah Gus Ipul mengungkapkan, bahwa dukungan PKS pada dirinya sudah dilakukan sejak dua periode lalu dalam pemilihan gubernur.

“Ini bentuk komunikasi yang terus dilakukan. Saya minta dukungan PKS ini atas arahan kiai. Sebagai sesama Aswaja (Ahlussunnah wal jama’ah) yang mencintai NKRI seperti yang selama ini saya yakini dan perjuangkan,” kata Gus Ipul.

Inilah politik. Jangan mencoba membandingkan antara satu daerah ke daerah lain. Jangan samakan DKI dengan Jawa Timur.

Bahkan bulan lalu saya sudah menulis di.media ini :

Jakarta heboh, Pilkada panas, karena lima tahun Ahok tidak dekat dengan kalangan agamawan. Djarot juga tidak lakukan fungsi itu sebagaimana Gus Ipul lakukan di Jatim. Bertemu Ulama, keliling pesantren di Jakarta yang cukup banyak, silaturahmi dengan FKUB jarang dilakukan Djarot.

Realitas inilah yang membedakan DKI dan Jawa Timur. Kalau ada pihak pihak yang mencoba memantik isue agama di Jawa Timur, sulit berhasil, karena masyarakat Jawa Timur sudah diedukasi oleh pemimpinnya selama 10 tahun terakhir.

Sikap rakyat Jawa Timur yang terbuka, gentle, dan apa adanya hendaknya diikuti oleh para politisi. Ayo bermain dengan cantik, adu program, perbanyak “keringat” yang menetes dalam bentuk karya.

****

Nah, statemen Gus Ipul yang menyatakan sudah dekat dengan PKS selama 10 tahun, adalah sebuah realitas yang menjadikan di Pilkada 2018 ini mereka bersatu kembali.

Esok hari kompetisi program kita tunggu. Mengunggulkan karya boleh, mengunggulkan diri jangan. Agama adalah pedingin, bukan dipakai untuk pemanas. Ajaran kebaikan dipedomani untuk saling menguatkan kemanusiaan.

Gus Ipul dan Khofifah kita tunggu kiprahnya dalam berkompetisi.

Seluruh timnya membangun citra tanpa memperburuk citra lawan. Mengedepankan gagasan memakmurkan rakyat Jatim tanpa mencari titik meremukkan lawan. Menonjolkan kehebatan ide tanpa merendahkan.

Surabaya, 10 Januari 2018

Penulis Peneliti, dan Founder MEP Intitute

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *