Rokok Konsumsi Kedua Orang Miskin setelah Beras

SURABAYAONLINE.CO – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, kebiasaan merokok membuat orang menjadi miskin, serta yang sudah miskin jadi tambah susah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, rokok menjadi penyumbang kedua terbesar dalam hal konsumsi masyarakat miskin setelah beras.

“Nomor dua rokok kretek. Jadi jangan anggap enteng, rokok bisa buat orang miskin karena kontribusinya 10% di kota dan 10,7% di desa,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Bambang menjelaskan, dengan besarnya pengaruh rokok ke angka kemiskinan, bukan berarti pemerintah dilarang menaikkan harganya, justru masyarakat yang harus meninggalkan barang tersebut jika tidak mau miskin. “Jadi konsumsi tidak produktif bisa buat orang miskin,” katanya.

Tidak hanya menghabiskan uang orang miskin, Bambang menambahkan, rokok juga bisa berdampak buruk ke kesehatan yang akhirnya jika sakit, pengeluaran makin bertambah.

“Konsumsi enggak produktif, membuat dia susah. Dampak rokok bukan uangnya saja juga dampak kesehatan rokok itu sendiri sebagai nomor dua setelah beras yang menyumbang garis kemiskinan,” tutur dia.

Menurutnya, masyarakat lebih baik mengkonsumsi makanan berprotein yang tidak merugikan kesehatan seperti daging ayam dan telur

“Makan telur, daging ayam dapat protein, rokok dapat apa? Ini kita harus jaga, rokok bisa sebabkan kemiskinan,” pungkasnya.(sindonews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *