Gugatan Cerai ke Suami Ditolak, Istri Bakar Rumah

SURABAYAONLINE.CO- Akibat gugatan cerai ke suami ditolak pengadilan, seorang perempuan warga Desa/Kecamatan Mumbulsari, Jember, emosi. Dia nekat membakar rumahnya yang selama ini ditempati bersama sang suami. Beruntung aksi nekat yang dilakukan wanita ini berhasil digagalkan warga.

“Istri berinisial BT dan suami PP. Mereka sama-sama berprofesi sebagai guru. Kemarin sedang poses sidang cerai terakhir di PA. Karena gugatan tidak dikabulkan, akhirnya istri membakar rumah,” kata Kapolsek Mumbulsari AKP Heri Supadmo saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2018).

Heri mengatakan, menurut keterangan dari suami, sang istri diduga mengalami depresi berat. “Informasi dari suami, istri diduga mengalami depresi berat. Dengan tidak mengakui anaknya dan sebagainya. Hingga istri melakukan gugatan cerai kepada suaminya di pengadilan agama. Namun oleh instansinya tidak diberikan izin. Sehingga pihak pengadilan agama tidak mengambulkan gugatan yang diajukan pihak istri,” terangnya.

Heri mengaku, sang suami sempat bercerita, ketika berada di pengadilan agama sempat ramai ketika sang istri tahu gugatannya tak dikabulkan.

“Pada saat sidang terakhir, pihak pengadilan agama tidak mengabulkan gugatan cerai dari istri. Bahkan kata suaminya, juga sempat ramai di pengadilan. Kedua pasutri ini sempat bertengkar, lalu istri pulang duluan. Setelah sampai di rumah, berusaha untuk membakar rumah milik mereka,” tutur Heri.

Namun berkat kecepatan informasi dari warga, akhirnya api bisa dipadamkan. “Kami bersama anggota langsung ke TKP, dan api berhasil kami padamkan. Berkat kecepatan informasi dari warga,” jelas Heri.

Menurut Heri, BT membakar rumah dengan mempersiapkan dua botol kecil air mineral yang diisi dengan bensin. Kemudian dilempar ke pintu rumah, lalu disulut dengan korek api.

“Sedangkan untuk bagian rumah yang terbakar, hanya bagian pintu depan rumah saja. Tidak sampai terbakar, pintu hitam itu hanya terkena asapnya,” ungkap Heri.

Dia menambahkan, kedua pasutri ini sudah 9 bulan pisah ranjang. Menurut keterangan dari suami, istrinya kos di daerah Jember kota.

“Menurut infomasi dari suaminya, istrinya sering marah-marah. Tidak mengakui anaknya, dan selalu meminta cerai terus,” terang Heri.

Heri menyatakan, sang suami juga sempat ke kantor polsek Mumbulsari meminta tolong supaya BT diamankan.

“Suami berencana akan membawa istrinya ke psikiater, karena kalau dari pihak sang istri sendiri sudah beberapa kali mencoba untuk membawa ke psikiater, tetapi istri tidak mau, dan justru marah-marah,” kata Heri.(detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *