Azwar Anas dan Paha Putih

SURABAYAONLINE.CO-Kontestasi Pilkada Jatim 2018 mulai terasa semakin seru, sekaligus rumit. Setelah Khofifah turun gunung dalam pemilu kali ini, setelah Emil Dardak juga ‘dinobatkan’ sebagai kader PDIP yang ‘membelot’, kini giliran Azwar Anas kena getah racun politik Pilkada di Jatim.

Santer diberitakan dalam banyak media online dan cetak tentang foto syur paha putih di dalam mobil yang dipangku ‘manja’ oleh seorang laki-laki mirip Azwar Anas.

Foto itu menyebar melalui jaringan WhatsAppwartawan secepat kilat hingga membuat Azwar Anas risih dan akhirnya mundur dari perang politik Pilgub tahun ini.

Sementara itu, banyak kalangan yang prihatin atas kejadian ini. Wajar mereka seperti itu, mengingat sosok Azwar Anas adalah Bupati yang banyak berprestasi untuk masyarakat Banyuwangi sendiri, terutama dalam mengentaskan angka kemiskinan di kota yang terkenal dengan julukan The Sun Rise of Java tersebut.

Saya pribadi tidak tertarik dengan prestasi-prestasi itu. Maklum, saya bukan pemuda yang mudah baper. Siapapun yang menjadi pejabat ya memang harus berprestasi bagi masyarakat, bukan?

Saya hanya‘geli’ dan ‘kagum’ kepada penyebar foto paha putih itu. Apakah itu hanya iseng atau memang untuk membunuh karakter Azwar Anas? Kita tunggu kelanjutan ceritanya nanti.

Yang jelas secara moril foto itu cukup merugikan karir kedepan beliau. Azwar Anas masih muda dan bisa saja jabatan-jabatan politik lain sedang menunggu beliau.

Lebih jauh lagi, foto syur tersebut telah merugikan Nahdlatul Ulama khususnya IPNU dan ISNU Jawa Timur. Mengapa begitu? Foto syur yang banyak menyebar tersebut telah menjadi soroton banyak kiai dan masyarakat nahdliyin di Jawa Timur. Azwar Anas merupakan kader muda NU yang gesit, tangkas, namun tetap sederhana. Sangat disayangkan kalau harus tercemari oleh foto seperti itu.

Nampaknya cobaan Azwar Anas kali ini betul-betul mencapai puncak. Ya itulah politik. Jangan bermain api jika tak ingin terbakar. Pribahasa ini tepat untuk Azwar Anas. Masak nyali berpolitik tumbang akibat si paha putih nan mulus itu?

Saya bergumam dalam hati apa beratnya cobaan si paha putih itu bagi Azwar Anas? Kalau kita tarik sedikit ke belakang, Azwar Anas bukanlah orang baru di kancah perpolitikan Indonesia. Tahun 1997-1999 misalnya beliau pernah menjadi anggota MPR termuda, setelah itu anggota DPR dan kemudian menjadi Bupati di Banyuwangi dua periode.

Kiranya foto syur tersebut menurut saya hanyalah hal ‘sepele’ buat seorang politisi seperti Azwar Anas. Jawa Timur juga ingin merasakan racikan ide-ide brilian Azwar Anas untuk berkembang. Harusnya beliau menjadi semakin tertantang dengan adanya pemberitaan foto paha putih tersebut, karena sejatinya itulah politik, api yang tak hanya menghangatkan namun juga bisa membakar siapa saja.

Mengakhiri tulisan ini, saya lebih simpati jika Azwar Anas berani maju dalam kontestasi Pilkada Jatim 2018 nanti. Masak kalah dengan Khofifah yang tetap maju walau sudah dua kali pemilu gagaal menang?(M. Faruq Ubaidillah, S.Pd)

*Penulis seorang aktivis pendidikan, literasi dan budaya, serta peminat kajian politik. Email: mfubaidillah@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *