Gus Ipul Ditolong Allah. Mau Gak ?

Edukasi Pilkada Jatim

Oleh : Yusron Aminulloh

SURABAYAONLINE.CO — PAGI-pagi habis Subuh, ada tamu membawa berkah. Beberapa Kyai, ustadz datang ke rumah.

“Ya Allah, dari mana Kyai dan ustadz-ustadz. Pagi-pagi memberkahi rumah saya.”

” Dari Masjid subuhan. Kawan-kawan ajak mampir. ”

“Alhamdulillah. Seneng banget saya. Harusnya saya yang sowan.”

Dialogpun lancar. Membahas sahabat-sahabat yang lama gak muncul. Dan bahagia mendengar sejumlah kawan yang sukes. Sampai kemudian topik membahas Pilkada Jatim.

“Begini mas. Saya dan kawan-kawan sebenarnya gelisah sejak lama. Mencari pemimpin yang terbaik. Pemimpin yang merakyat, mau dengar suara ulama.”

“Kan dua calon Gubernur merakyat kyai. Keduanya juga mau mendengar suara ulama,” jawab saya.

“Tapi pemimpin ideal yo laki-laki toh mas. Malam-malam bisa ngaji bareng sampai subuh,” jawab kyai dan kita semua tertawa.

Ustadz yang mendampingi Kyai tiba-tiba ikut bicara.

“Tapi persoalannya, Gus Ipul didukung PDIP. Partai yang sering tidak nafas dengan kami para pejuang Islam.”

“Nah, sekarang saatnya Gus Ipul diuji sebagai mujahid. Pejuang Islam. Karena Anas mundur, tinggalkan PDIP sekalian. Sambut uluran tangan PKS, PAN dan Gerindra yang sudah nyapa,” tiba-tiba Kyai memotong pembicaraan.

“Tapi Kyai…” sahut ustadz muda satunya.

“Ini pertolongan Allah. Ini isyarat dari Allah, bahwa Allah mau menolong Gus Ipul. Terima sudah. Jangan ragu kalau memang pejuang sejati.” tegas Kyai.

“Kalau gak mau kyai ? ” tanya saya.

“Ya gak apa apa. Kita kan hanya memberi tahu isyarat itu.”

Kita semua diam sambil mendengarkan Kyai menjelaskan tentang makna hidup. Tentang semua apa kebaikan yang kita alami ini sudah tertulis di Lauhul Mahfudzz.

Akhirnya setelah makan pecel yang disiapkan istri dan kopi dan teh panas. Kyai dan 3 ustadz pamitan.

Saya kemudian bingung. Kenapa ya Kyai kok kesini. Kok ke saya. Daripada bingung, saya kemudian ambil HP menulis sambil update info di media online perkembangan Pilkada Jatim.

Saya coba analisa apa yang dikatakan Kyai dengan informasi terakhir. Dimana yang dimaksud Kyai Gus Ipul ditolong Allah ?

Pertama, Oh ternyata Gus Ipul sedang puyeng karena Azwar Anas mundur. Dan PDIP belum menyodorkan calon baru yang sesuai dikehendaki para Kyai NU dan pilihan hati Gus Ipul sendiri.

Meski kita juga belum paham. Apakah Puti Soekarno pilihan PDIP itu direstui Kyai NU dan satu frekwensi dengan Gus Ipul atau tidak. Atau sebenarnya sudah clear.

Kedua, ternyata PKS dan PAN sudah menyodorkan calon, Kang Yoto, Bupati Bojonegoro sebagai cawagub Gus Ipul.

Artinya, ini jalan terbuka andaikan PDIP tetap ngotot mencalonkan jagonya, maka Gus Ipul sangat mudah pindah koalisi dengan PKS dan PAN.

Ketiga, yang dimaksud pertolongan Allah ternyata adalah isyarat dari Kyai tadi, agar Gus Ipul berani mengambil sikap hari ini keluar dari Koalisi dengan PDIP. Dan kemudian gandeng calon pilihan kyai dan tokoh Islam modern, yakni Kang Yoto.

Persoalannya, beranikah Gus Ipul mengambil sikap? Bagaimana faktor PKB dan Muhaimin ? Apalagi konon Pilkada Jatim adalah medan perseteruan kental antara Jokowi dengan Mega, sebagaimana Jabar dan Jateng.

Kalau betul PDIP memilih Puti Soekarno dan PKB dan Kyai menyetui, maka isyarat kyai tentang pertolongan Allah tadi, bisa jadi hanyalah keinginan kyai dan orang yang tidak ikut diputaran politik. ***

Kita tunggu malam ini.

Surabaya, 9 Januari 2018

Penulis adalah Peneliti Sosial dan Founder MEP Institute.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *