Faktor Penting dalam Pengajaran Bahasa Inggris

SURABAYAONLINE.CO-Bicara tentang kegiatan pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah formal di Indonesia, dari tingkat SD hingga SMA, beberapa hasil penelitian dalam satu dekadade ini masih menyimpulkan bahwa pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih belum bisa dikatakan berhasil. Padahal, bahasa asing ini telah dipelajari selama kurang lebih 6 tahun semenjak SMP hingga SMA. Pendapat ini berdasarkan tulisan artikel seorang professor bahasa Inggris di kota Malang, Junaidi Mistar, beberapa tahun yang lalu di sebuah jurnal internasional.

Tentunya, tidak ada yang ingin menjadi sorotan atas kegagalan pengajaran bahasa asing ini. Pemerintah jelas tidak ingin dianggap telah gagal dalam merancang kurikulum pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMP dan SMA. Dosen pun juga tidak ingin dianggap gagal dalam melahirkan guru bahasa Inggris yang profesional. Lebih dekat lagi, guru bahasa Inggris sendiri pun tentunya telah berjuang keras mengajarkan ilmu mereka kepada para siswa di kelas, sehingga merasa tidak layak untuk disalahkan.

Tulisan kali ini akan mencoba mengenalkan sebuah konsep—yang oleh Dr. Willy A. Renandya–disebut 5Ts of motivation, kendatipun masih tergolong umum, dalam proses pengajaran bahasa Inggris di sekolah formal. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi atas permasalahan yang tak kunjung selesai dalam dunia pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia. Penulis terlebih dahulu akan mengupas teori dasar dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas, yaitu motivasi.

Menurut Dornyei, pakar motivasi dalam pengajaran bahasa kedua (second language teaching), motivasi berkenaan dengan ‘mengapa seseorang memilih untuk melakukan sesuatu atau tidak, seberapa lama dia menikmatinya, dan seberapa besar usahanya dalam menikmati kegiatan tersebut’. Dalam konteks tulisan kali ini, murid akan terlihat motivasinya dalam belajar, menurut Dornyei, apabila dia mengikuti kegiatan di kelas dengan penuh antusias dan berusaha melakukan yang terbaik dalam usahanya memahami materi yang diajarkan.

Tentu hal seperti ini masih cukup sulit untuk berlangsung di sekolah formal di Indonesia. Terlalu banyak permasalahan teknis dan non-teknis dalam prakteknya di lapangan. Berbeda dengan negara-negara Barat yang memang tradisi belajar dengan antusiasme tinggi selalu muncul di dalam kelas.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi atas permasalahan-permasalahan di atas. Melalui teori dasar motivasi ini, penulis menawarkan kepada para guru untuk memperhatikan lima faktor penting yang dapat melahirkan motivasi (5 Ts of Motivation) bagi para siswa selama kegiatan belajar di kelas. Lima faktor tersebut telah terlebih dahulu dipopulerkan oleh Dr. Willy A. Renandya, seorang ahli pengajaran bahasa kedua yang juga merupakan dosen di sebuah universitas bergengsi di Singapura. Berikut faktor-faktor tersebut: Teacher, Teaching Methodology, Text, Task, dan Test.

Teacher berarti guru. Syarat utama lahirnya motivasi dalam pengajaran bahasa Inggris di kelas adalah guru. Sikap guru dalam hal ini haruslah peduli, suportif, semangat, dan lucu. Yang terakhir ini tidak dapat diremehkan, apalagi ketika mengajar satu kelas dengan jumlah siswa yang hampir 30 lebih. Rasanya, kelas tersebut akan sangat membosankan jika guru tidak pandai-pandai menciptakan ‘joke-joke segar’ di sela-sela pengajaran.

Yang kedua adalah Teaching Methodology, atau metode mengajar. Penulis kira semua guru paham akan hal ini. Namun, pemahaman saja tidak cukup. Metode mengajar yang digunakan harus bervariasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakter siswa atau gaya belajar di dalam kelas. Metode yang bervariasi tersebut haruslah mampu menarik motivasi belajar para siswa di dalam kelas.

Selanjutnya adalah Text atau materi baik yang berbentuk tulis maupun lisan. Ciri-ciri teks yang dapat memotivasi belajar siswa di kelas adalah tidak sulit untuk dipahami atau dengan kata lain guru harus mampu menyederhanakan materi pelajaran. Juga, materi tersebut harus mampu memberi makna konkret untuk konteks kehidupan para siswa, dengan kata lain materi yang diajarkan harus berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari para siswa.

Kemudian Task atau pemberian tugas. Dalam hal ini, guru harus mampu mendesain tugas yang mewakili kemampuan siswa, tidak terlalu berat (too demanding) dan tidak terlalu mudah (too simple). Percayalah bahwa tugas yang bagus adalah yang dapat dikerjakan dan siswa pun berhasil dengan baik menyelesaikannya, bukan sebaliknya!

Yang terakhir adalah test, yaitu desain tes kecapakan bahasa atau tolak ukur pemahaman siswa di kelas. Poin yang terakhir ini cukup rumit untuk diterapkan mengingat kurikulum bahasa Inggris di Indonesia masih terlalu konservatif mengadopsi bentuk tes pilihan ganda (multiple choice )dari pada performance-based test (praktek langsung). Jika kita teliti, materi ekspresi salam dalam bahasa Inggris di tingkat SMP, misalnya, masih diujikan melalui bentuk pilihan ganda, bukan dengan praktek percakapan. Materi-materi lainnya juga sama, kecakapan yang semestinya diujikan melalui praktek tidak muncul dalam kisi-kisi soal ujian semester di sekolah-sekolah formal tersebut. Dalam hal ini, bentuk tes yang direkomendasikan adalah yang mampu menjadi  alat belajar dan memotivasi siswa untuk berusaha menggunakan bahasa Inggris lebih aktif lagi.

Inilah faktor-faktor penting dalam pengajaran bahasa Inggris yang dapat dijadikan landasan pemahaman oleh para guru. Rekomendasi ini tentunya juga berdasarkan pengalaman mengajar dan membaca teori-teori pengajaran bahasa asing (kedua) terbaru. Sukses atau tidaknya pengajaran bahasa Inggris di Indonesia pada dasarnya dipengaruhi oleh motivasi. Motivasi tersebut datang melalui berbagai macam bentuk, salah satunya adalal uraian yang penulis bahas dalam artikel ini, sederhana, bukan?(M. Faruq Ubaidillah, S.Pd)

*Penulis adalah pengajar bahasa Inggris di Lembaga Bahasa Universitas Udayana dan Jolly Roger Education, Denpasar, Bali. Disamping mengajar, penulis aktif di forum-forum budaya dan dialog lintas agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *