Benda dalam Foto di Mars Ini Diduga Jejak Fosil Alien

 SURABAYAONLINE.CO- Sebuah gambar batu yang diambil oleh robot Curiositydengan Mars Hand Lens Imager (MAHLI) baru-baru ini membuat media sosial heboh. Pasalnya, dalam gambar batu tersebut terlihat beberapa bagian menonjol yang aneh yang diduga jejak fosil alien.

Pendapat itu pertama kali diungkapkan oleh Barry DiGergorio, seorang peneliti. DiGregorio berspekulasi bahwa benda dalam gambar tersebut merupakan jejak fosil di Mars.

“Mereka terlihat sangat mirip dengan jejak fosil era Ordovician (era sekitar 45 juta tahun lalu) yang telah saya pelajari dan potret di bumi,” ungkap DiGregorio yang merupakan kolega penelitian untuk Buckingham Centre for Astrobiology dikutip dari Space.com, Jumat (05/01/2018).

“Jika bukan jejak fosil, apa penjelasan geologis lainnya yang akan diajukan NASA?” sambung penulis buku Mars: The Living Planet tersebut.

Robot Curiosity telah lima tahun berada di planet merah dan memberikan berbagai lanskap planet tersebut. Tapi formasi mungil di atas batu itu mungkin adalah penemuan terbesarnya.

Benda seperti tongkat tersebut pertama kali terlihat dalam foto hitam-putih yang diambil robot tersebut. Karena dianggap tidak biasa, robot itu kembali di sana untuk melihat lebih dekat.

“Situs ini sangat menarik sehingga kami kembali ke tempat robot diparkir untuk rencana ini,” ungkap Christopher Edwards, salah satu anggota tim Curiosity pada 3 Januari saat meng-update misinya, dikutip dari Digital Trends, Sabtu (06/01/2018).

Rasa penasaran terhadap benda tersebut juga diungkapkan oleh Pascal Lee dari Mars Institute.

“Citra Curiosity benar-benar membuat kami penasaran. Sulit untuk mengatakan apa itu tongkat meliuk, dan sebuah mineral asli yang ketat, tentu saja, yang paling masuk akal,” ujar Lee.

Bentuk tabung mungil dalam gambar tersebut mungkin bisa menjadi bukti bioturbasi, yaitu peristiwa ketika organisme yang tinggal di sedimen meninggalkan jejak pada strukturnya.

“Contoh bioturbasi yang umum adalah pembentukan liang cacing,” kata Lee.

“Liang-liang tersebut, dulu diisi dengan sedimen, fosil, dan kemudian terkena erosi, bisa berakhir seperti tongkat meliuk. Untuk mengklaim bahwa kita melihat bioturbasi di Mars, yang tidak saya katakan, akan menjadi klaim luar biasa,” sambungnya.

Struktur benda dalam gambar tersebut sangat kecil, sekitar satu milimeter lebarnya dan panjangnya lima milimeter. Sifat sudut mereka mungkin menunjukkan bahwa mereka dibentuk oleh kristal mungil.

Batuan kristal, yang sering ditemukan di Bumi, dapat terbentuk saat kristal di batuan larut. Menurut Ashwin Vasavada, ilmuwan proyek Curiosity, mengatakan bahwa bahkan laboratorium keliling seperti Curiosity akan sulit sekali membuat analisis definitif.

“Itu cukup menantang di bumi untuk membedakan dua hal tersebut tanpa memasukkan benda-benda ini ke laboratorium untuk mencari keberadaan organik,” kata Vasavada.

“Kami memiliki kemampuan yang sangat terbatas secara keseluruhan untuk memahami apakah sesuatu bersifat biologis atau tidak,” sambungnya.

Curiosity sendiri sebenarnya telah dilengkapi beberapa alat dengan analisis, seperti Speoktrometer X-ray Alpha Partikel yang rencananya digunakan untuk situs ini. Selain itu, kamera warna pada MAHLI juga akan digunakan untuk mengumpulkan gambar yang lebih rinci.

“Saya harus mengatakannya, citra itu benar-benar menarik, dan saya harap Curiosity menghabiskan lebih banyak waktu di area ini untuk bisa ke dasarnya,” kata Lee.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *