Kids Zaman Now (3) – KURANG PIKNIK

SURABAYAONLINE.CO – Bismillahhirohmanirrohiim. DALAM Generation Theory atau Teori Generasi, Kerri Anne Renzulli, menulis sebuah buku yang berjudul “This Is the Age When You Become ‘Old,’ According to Four Different Generations”, terbit 13 Juni 2017.

Ada beberapa kelompok generasi, dengan menampilkan karakteristik perilaku berbeda-beda sesuai zamannya. Mulai Generasi Lost Generation, Greatest generation, Silent Generation, Generasi Baby Boomer, Generasi Baby Buster, Generasi  X, Generasi Y (Generasi Millenial/Milenium), Generasi Z, Generasi Alpha/Gen-A, dan Generasi Muslim.

Dengan menyadari setiap perbedaan generasi, kita dapat semakin mengenal pola pikir dan bahkan paradigma hidup masing-masing. Minimal sebagai Orang Tua (Ortu), kita dapat saling memahami dan memaklumi setiap kelebihan bahkan kekurangan terhadap putra putri kita masing-masing.

Mengapa antara kita dan anak-anak seringkali komunikasinya tidak nyambung ? Mengapa kita sebagai Ortu terkadang sulit mengenali, memahami, dan mengaplikasikan terhadap perubahan zaman ?

Bisa jadi kita KURANG PIKNIK dalam hal belajar ilmu pengetahuan dan perkembangan zaman. Artinya, kita sebagai Ortu kebanyakan beranggapan bahwa anak zaman terdahulu lebih baik ketimbang Kids Zaman Now.

Perlu diingat bahwa perilaku itu menyesuaikan zaman, bukan sebaliknya zaman menyesuaikan perilaku.  Ingat pitutur Para Sesespuh Jawa, Kebo Nyusu Gudhel ! Seringkalilah PIKNIK ke dunia Ilmu Pengetahun, dengan membaca buku, datang ke Majelis-Majelis Taklim, dan sebagainya.

Kebo Nyusu Gudel adalah sebuah peribahasa dalam Bahasa Jawa yang mempunyai arti, dalam belajar atau mencari ilmu seseorang yang lebih tua pun harus mau belajar atau berguru kepada orang yang lebih muda.

Bahkan anak kecil sekalipun, kalau memang orang yang lebih muda atau anak kecil tersebut, mempunyai ilmu lain. Hal ini pernah dicontohkan oleh sahabat Rasulullah SAW, Umar bin al-Khatab rodhliallahu’anhuma, sebagaimana dinukil dalam Kitab Riyadhus Sholihin Karya  Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H).

Dalam Hadits Riwayat Imam Bukhori, menceritakan bahwa pada suatu hari ada seseorang mengetuk pintu rumah Sayyidina Umar bin al-Khatab ra. Ia mengucapkan salam sampai tiga kali, tetapi tidak ada jawaban karena saat itu Sayyidina Umar sedang sholat.
Lantaran tidak ada jawaban, kemudian seorang pemuda tersebut akhirnya pergi. Setelah itu Sayyidina Umar langsung keluar dan mengejar orang tersebut dan menanyakan, kenapa dia pergi sesudah mengucapkan salam padahal belum dibukakan pintunya. Lantas dia menjawab bahwasanya dia pernah mendapat penjelasan, apabila seseorang sudah mengucapkan salam sampai tiga kali tetapi tidak ada jawaban, bisa jadi yang punya rumah memang tidak mengijinkan seseorang berkunjung ke rumahnya.

Mendengar penjelasan tersebut lantas Sayyidina Umar bin al-Khatab ra langsung bertanya lagi dari siapa dia mendengar hal itu. Dia menjawab bahwa telah mendengar dari seseorang. Lantas Umar langsung mencari sesorang yang telah disebutkan dan ternyata pembawa kabar tersebut adalah seorang anak kecil dan Sayyidina Umar langsung bertanya kepadanya dan dijawab bahwasannya hal itu dia dapat dari Rasullullaah SAW. Spontan Sayyidina Umar berkata, “Berari aku terlalu disibukkan oleh urusan bisnisku sehingga aku tidak mendengarkan ketika Rasullullaah SAW bersabda tentang hal ini”.

Dari Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Wahai Abu Dzar, bagaimana kamu jika berada dalam kekacauan ?” Lalu Beliau SAW menyilangkan  jari-jarinya. Abu Dzar berkata, “Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, ya Rasulullah SAW ?” Beliau menjawab,”Bersabarlah ! Bersabarlah ! Manusia akan berpura pura dengan akhlak dan perbuatan mereka.” (HR Hakim dan Baihaqi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *