Emil Dardak Tanpa Azwar Anas

Edukasi Pilkada Jatim

Oleh : Yusron Aminulloh

SURABAYAONLINE.CO —- BABAK baru Pilkada Jatim dimulai. Mundurnya Azwar Anas bukan sekadar mundur. Bukan hanya ganti calon selesai. Tapi meninggalkan satu pertanyaan besar.

Akan mampukah PDIP mengganti Anas dengan tokoh “sejenis” ? Ingat saat Megawati pidato mengumumkan Cagub-Cawagub Jatim, dengan tegas Anas adalah calon yang mewakili generasi now. Mewakili suara anak muda, anak masa kini.

Dengan mencalonkan Anas, PDIP dan PKB yakin akan mampu menggaet pemilih muda yang masih gamang untuk memilih. Anas adalah simbol anak muda kreatif, pekerja keras.

Maka, jangan kaget kalau pasangan lawan, Cagub Khofifah kemudian juga melakukan strategi yang hampir sama. Menggaet calon dari generasi now.

Meski melalui jalan kontroversial, Khofifah jatuh hati ke Emil Dardak. Calon yang disebut-sebut Kader PDIP karena Emil juga dipanggil ke rumah Megawati di Jakarta. Meski ramai disebut-sebut merebut kader, akhirnya pasangan ini jadi.

Emilpun terus melangkah. Ke kantung-kantung anak muda. Bahkan, menurut informasi di media, Emil Elistyanto Dardak, bersama timnya mengaku sedang menyiapkan strategi kampanye masa kini. Dia menolak menjelaskan detil model kampanye dimaksud. Dia hanya memastikan kampanyenya lain dari yang lain.

“Kalau dijelaskan sekarang jadi kurang seru kayaknya, prinsipnya pasti out of the box,” katanya kepada media.

Suami artis Arumi Bachsin ini mengaku memiliki tim kreatif yang hebat. Saat ini, mereka sedang sibuk menyiapkan materi kampanye masa kini. “Mereka orang-orang hebat, sekarang sedang menyiapkan materi kampanye,” ucapnya.

Selain menyiapkan materi, Emil mengaku aktif sosialisasi ke berbagai daerah di Jatim. Ia menggelar sosialisasi seusai jam dinas.

“Kalau hari aktif di sekitar kawasan mataraman yang dekat dengan Trenggalek, kalau pas hari libur bisa sampai ke Surabaya atau ke wilayah tapal kuda,” ucapnya.

Emil Dardak yang kini menjabat Bupati Trenggalek dipilih menjadi bakal cagub Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansah dalam Pilkada Jatim 2018. Pasangan ini diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Hanura.

Penggaanti Anas ?

Lantas mampukah PDIP mengganti Azwar Anas dengan tokoh muda yang mampu bersaing dengan Emil Dardak ?

Andaikan Emil belum digandeng Khofifah, pasti Ketum PDIP Megawati akan memilih Emil sebagai penggantinya. Dan Emil pun sah maju sebagai kader PDIP. Tapi itulah hidup, itulah dinamika politik. Yang terjadi hari ini harus diterima hari ini.

Kalau santer disebut bu Risma (sudah menyatakan tidak bersedia) atau Kanang yang mengganti Azwar Anas. Meski kedua tokoh ini kuat di basis arus utama PDIP, namun belum mampu menyentuh generasi now, yang tidak aktif di partai dan memiliki zaman tersendiri.

Ada satu nama yang agak now, dan lumayan “menggigit” dikalangan anak muda. Yakni Bupati Ponorogo Ipong. Namun kabarnya, penggede PDIP kurang nyaman karena Ipong lebih dekat ke garis Gerindra.

Tentu waktu dua hari akan menjadi penentu. Kalau akhirnya PDIP memilih Kanang, Bupati Ngawi 2 periode, maka belajarlah pada DKI. Meski AHY sosok baru, new, segar yang diusung demokrat dan menggebrak Jakarta dengan sejumlah program anak mudanya, ternyata perolehan suaranya tidak mampu mengalahkan Ahok-Djarot yang generasi old.

Kayaknya, cara berkampanye out of the box memang tidak hanya milik generasi now. Generasi old juga punya hak. Asal terukur.

Yang jelas, Emil Dardak sebagai calon termuda. Hari ini menjadi andalan tim Khofifah-Emil untuk “menyapa” anak muda.

Akankah tim Gus Ipul mampu menampilkan sosok atau program yang sama untuk generasi now? Atau akankah ada kejutan poros baru yang juga membawa calon generasi now ?

Kita tunggu esok hari.***

Penulis Peneliti Sosial, Founder MEP Institute.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *