Kids_ZamanNow (1) – ANAK ZEEBER

SURABAYAONLINE.CO – Bismillahhirohmanirrohiim! Semoga ALLAH SWT selalu menjaga Iman, Islam, dan Ikhsan kita semua, khususnya seluruh keluarga besar Majelis Dzikir Wa Ta’lim Ash-haabul Yamiin Indonesia. Aamiin Yaa Robbal’alamiin. Sholawat dan salam tercurah kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, dengan berharap Syafa’atnya di Yaumil Akhir kelak.

Dunia Media Sosial (Medsos) seolah tak terbendung. Mulai kalangan anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, hingga kakek nenek tak bisa lepas dari serangan Medsos. Ada yang menggunakan Facebook, Blog, Website, Whatsapp (WA), Istagram, Twitter, LINE, Youtube. dan sebagainya. Dunia seakan ada dalam genggaman. Informasi makin terbuka selebar-lebarnya, tanpa ada pembatas. Kapanpun dan dimanapun kita bisa mengakses informasi apa saja, yang terjadi di belahan dunia ini.

Zaman sudah berubah dalam waktu singkat. Zaman abad 21 ini oleh anak-anak gaul, disebut Zaman NOW, dimana zaman yang penuh dengan kejutan-kejutan. Bagi Warganet (Netizen, Citizen), penggunaan istilah Zaman NOW, bukanlah sesuatu yang asing.
Istilah ini sering dimunculkan dalam berbagai komentar dan aktivitas Netizen selama berselancar di media sosial.  Awalnya Netizen menggunakan istilah Kids Jaman Now, kini hanya frase Zaman NOW yang mengikuti kata lain sebagai pengganti kata Kids.

Zaman NOW, hampir merubah seluruh sendi kehidupan masyarakat. Khususnya perilaku anak-anak yang mulai tumbuh remaja.  Entah siapa yang pertama kali dan di mana dimunculkan, istilah Zaman NOW ini kerap digunakan. Yang jelas awalnya Warganet sering menulis Kid Jaman Now, yang kemudian disarankan oleh Netizen lainnya diubah Kids Zaman NOW. Kid artinya anak, sedang Kids artinya anak-anak. Menunjukkan anak-anak yang masih ingusan.

Secara etimologi, kata Zaman berasal dari bahasa Indonesia yang artinya (1) jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa, dan (2) kala; waktu. Sementara now adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang bisa diartikan ‘sekarang’. Dengan demikian secara harafiah Kids Zaman Now dapat diartikan sebagai ‘Anak-anak Zaman Sekarang’ atau ‘Anak-anak Masa Kini’ atau juga ‘Anak-anak Saat Ini’.

Jika mengaitkan kebiasaan anak-anak Zaman Now (Sekarang) dengan yang Zaman Old (Dahulu/sebelumnya), kita akan menemukan hal-hal yang berbeda. Misalnya, gaya hidup Anak Zaman Now, yang lebih bergantung pada Gadget. Apapun yang dilakukan selalu diabadikan dengan kamera atau bahasa kerennya SELFI. Mau makan, harus SELFI; sedang tidur, SELFI juga. Sedang menangis karena patah hati dicuekin atau ditinggalkan pacar, SELFI juga. Yang mengerikan, mau bunuh diri, SELFI juga. Naudzubillahhi Mindzaalik.

Tidak sebatas mengabadikan gambar, setelah SELFI tidak afdol kalau tidak di-posting (Disiarkan Via Media Sosial). Makan di KFC/McDonald, di-post. Makan di Restoran Korea, di-post. Makan Burger/Pizza, di-post juga. Padahal mungkin baru sekali. Kalau sedang makan ubi bakar mungkin akan berpikir beberapa kali sebelum di-posting. Begitulah kira-kira gambaran Kids Zaman Now. Inilah suatu kebiasaan remaja masa kini, yang jauh berbeda dengan remaja masa lalu. Perbedaan itu cenderung berkonotasi negatif –terlalu berlebihan dari yang sewajarnya.

Anak-anak maupun remaja yang umumnya di sebut sebagai Kids Zaman Now, umumnya memiliki ciri yang mudah dipahami. Miisalnya saja, seperti anak yang Alay dan juga kelewat Narsis. Sana-sini Selfie. Mau ngapa-ngapain di foto terlebih dahulu, mulai mau makan, sedang sakit, lagi galau, lagi nangis, patah hati, langsung jepret, posting di Sosmed. Suka dandan sampai cantik, terus foto SELFIE, upload ke Sosmed, dikasih Caption ‘Abaikan saja’ (Sok Tsundere).

Kemana-mana tidak lepas dengan Gadget. Selalu memakai gadget terbaru, ada produk baru, langsung minta beli sama Emaknya. Sering menggunakan bahasa kekinian, seperti Anak Zeeber (Artis Dunia Maya dan Anak Meme), Anjay, Mantap Jiwa, Mantap Kuy, Anak Hits, dan lain-;lain. Nongkrong selalu di resto ternama, seperti Starbak, Keefse, dan lainnya. Mereka ogah nongkrong di Warung Tegal alias Warteg.

Ciri lain, Anak Zaman Now memakai kacamata, behel, dan aksesoris kesehatan lainnya. Semua itu cuma buat gaya-gayaan saja. Kemana-mana selalu bawa hand phone dan cari Sinyal Wifi. Pakaian selalu modis, ketat dan mengumbar aurot. Selalu ikut trend yang sedang viral di dunia maya, misal seperti joget-joget nggak jelas dan lain-lain. Masih kecil, masih bocah sudah kenal pacaran, apalagi sambil memanggil papa-bunda atau mami-pipi. Haus perhatian, sehingga bergaya dan bertingkah laku yang tidak wajar. Sok intelek, padahal nyatanya Cuma omong doang. ADM alias Artis Dunia Maya.

Bahasa gaul mereka antara lain, Kuy merupakan kebalikan dari ‘Yuk’. Kata ini biasa digunakan ketika seseorang mengajak temannya pergi ke suatu tempat. Tercyduck pengganti kata ‘Terciduk’, sama artinya dengan tertangkap, kepergok, atau ketahuan. Kids Jaman Now, bahasa tersebut biasa untuk mengomentari kelakuan bawah umur zaman. Terpoteque berasal dari kata ‘Patah’, biasa digunakan dikala bermaksud mengungkapkan jika ia patah hati. Hqq berasal dari kata ‘Hakiki’, biasanya digunakan dalam kalimat ‘Kenikmatan yang Hqq’.

Kemudin Bosque berasal dari kata ‘Bosku’. Sans bukanlah abreviasi, tapi berasal dari kata ‘Santai’. Biasanya digunakan untuk menjawab pernyataan orang lain ketika ia tidak mampu melaksanakan sesuatu. Unfaedah berasal dari kalimat ‘tidak ada faedahnya’. Faedah sendiri maksudnya memiliki kegunaan atau bermanfaat. Makara unfaedah sama saja dengan tak memiliki kegunaan atau bermanfaat. Unch biasa digunakan anak millenial biar terkesan imut. Namun ada yang mengatakan jika arti dari kata ‘Unch’ kurang sopan

Bisa jadi trend ke depan, muncul istilah Presiden Zaman NOW, Gubernur Zaman NOW, Bupati/Walikota Zaman NOW, Orang Tua Zaman NOW, Mahasiswa Zaman NOW, Sekolah Zaman NOW, Kyai Zaman NOW, Ustadz Zaman NOW, dan lain-lain. Muncul pertanyaan bagaimana masa depan Umat Islam ? Apa yang akan terjadi pada generasi muda Islam ? Seberapa jauh dampak Kids Zaman NOW, terhadap keberlanjutan pendidikan karakter putra-putri kita ? (*/kangmas_bahar/bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *