Jatim-Tianjin Luncurkan Luban Workshop di Ponorogo

SURABAYAONLINE.CO-Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen  meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menghasilkan lulusan yang bersertifikasi dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu upaya untuk merealisasikannya dilakukan kerjasama di bidang pendidikan  dengan Pemerintah Tianjin, China. Pemerintah negeri tirai bambu itu meluncurkan proyek konstruksi “Luban Workshop” China Indonesia di SMK PGRI 2 Kabupaten Ponorogo.

Acara yang dihadiri 10 delegasi Tianjin, China dipimpin Kepala SMK Dongli, Mrs. Liu Ping didampingi Executive Director Exchange Center, Jasper Ho itu dilaksanakan di salah satu aula belakang SMK PGRI 2 Ponorogo, Selasa, (12/12) sore.

Hadir pula dalam peluncuran itu Sekretaris Bakorwil Madiun Poppy Hariyati, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno dan Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin.

Executive Director Exchange Center, Jasper Ho menyampaikan, bahwa kerjasama antara Pemerintah Tianjin, China dengan Pemprov Jatim itu telah terjalin sejak tahun  2013.  Meliputi bidang pendidikan, pariwisata, ekspor impor dan investasi.

“Untuk bidang pendidikan namanya Luban Workshop China – Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur  Dr. Saiful Rahman pada tahun 2016 telah melakukan MoU empat proyek pendidikan vokasional, salah satunya dilakukan di SMK 5 Surabaya lewat proyek sepeda listrik. Realisasi kerjasama selanjutnya yaitu peluncuran proyek konstruksi “Luban Workshop” China-Indonesia  yang dilakukan  di SMK PGRI 2 Ponorogo.

“Luban, sebagai  penemu dan ilmuwan yang luar biasa pada jaman kuno.  Wakil yang sangat unggul serta aimbol orang yang sangat terampil. Hingga workshop ini dinamakan Luban Workshop untuk menunjukkan kepercayaannya,” katanya menjelaskan filosofi nama workshop tersebut.

Selain membangun Luban Workshop, pihaknya juga memberikan bantuan hibah berupa Robotic, TV Big Screen, Mesin Walding, Drone, Bis Listrik serta Kompor Listrik yang kesemuanya senilai Rp. 6 milyar.

“Ada policy lagi dari pemerintah Tianjin, berupa pertukaran pelajar setiap tahun bisa 10 hingga 20 orang. Termasuk pertukaran dengan Siswa SMK Ponorogo,” ungkapnya.

Seluruh kerjasama antara pemerintah Tianjin China dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim  tersebut sebagai gambaran terwujudnya sister province bidang pendidikan dengan tidak mengesampingkan pemilihan  sekolah vokasional atau SMK yang mempunyai mutu terbaik.

Cara kerjasama yang dilakukan yaitu  mendatangkan  barang atau bahan praktek dari Tianjin, sedangkan murid dan guru sebagai pendamping  SMK merakitnya sekaligus akan memperbaiki apabila terjadi kerusakan.

Masih menurut Jasper, kerjasama sister province dinilainya sangat bagus buat kedua wilayah. Apalagi di Tianjin, China saat ini memiliki populasi penduduk sebesar 15 juta. Kondisi tersebut membutuhkan pembangunan Sumber Daya Manusia, termasuk pembangunan pada segi infrastruktur.

“Keadaan tersebut sangat bagus, oleh karena itu kita mencari partner sister sekolah sejumlah 8 sampai 10 siswa,,” jelasnya. Tidak hanya bidang permesinan, tetapi untuk ilmu kimia juga ada, jelasnya lebih lanjut.

Langkah selanjutnya, realisasi  partner sister province tersebut yaitu menetapkan SMK 6, SMK 3 Surabaya serta beberapa sekolah di Jatim dikirim ke Tianjin, China.

“Gubernur Jawa Timur meminta lebih banyak SMK nya yang mendapatkan pelatihan, utamanya SMK aplikasi,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin mengatakan, sejak ditandatangani MoU kerjasama tersebut  seluruh sarana dan prasarana telah tersedia. Termasuk penataan tempat workshop, pemilihan peralatan beban workshop, pemilihan pelatih, pelatihan materi, penyiapan organisasi serta persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

“Walaupun kegiatan ini membutuhkan dana yg tidak sedikit, SMK PGRI 2 Ponorogo sudah melaksanakan dengan  sungguh-sungguh hingga terwujud seperti ini,” jelas Syamhudi.

Dirinya berharap, lewat Luban Workshop yang berdiri di sekolahnya itu bisa mengangkat kualitas guru dan murid di masa mendatang. Selain itu, tempat pelatihan tersebut bisa menjadi pusat pelatihan modern di Jatim.

“Dan saya berharap bisa mencetak murid dan guru kreatif dan inovatif. Hingga bisa ikut lomba di tingkat internasional serta mampu berkompetisi di dunia kerja. Kedepan kami akan mengirim siswa dari 10 sekolah terbaik di Jatim selama 10 hari. Dibiayai Pemprov Jatim dan Mr. Jasper (Executive Director Exchange Center),” katanya.

Kabid Pembinaan Pendidikan SMK Dispendik Prov. Jatim, Hudiyono menambahkan, Luban Workshop yang diluncurkan Pemerintah Tianjin, China tersebut sudah didirikan di beberapa negara, seperti di Thailand, India dan Indonesia.

“Ini sangat bermanfaat buat kemajuan pendidikan vocational di Jatim. Karena pada tahun 2035 nanti diperkirakan jenis pekerjaan itu sesuai bakat dan minat anak yang menguasai usaha dan industri,” terangnya.

Untuk itu, mewakili Pemprov Jatim, dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas terwujudnya acara ini. “Kami berharap agar Luban workshop ini dapat menjadi pusat pelatihan dengan teknologi modern bagi guru dan siswa khususnya di bidang otomotif, robotik dan sistem,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Dongli, Mrs. Liu Ping, mewakili pemerintahannya menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kerjasama tersebut. Proses kerjasama ini dinilainya sebagai sebuah sejarah.

“Apalagi program ini dapat mendorong kerjasama dalam meningkatkan sumber daya manusia. Semoga ini terjalin lebih baik lagi,” kata Liu Ping. (humasjatim)