Puisi TKW Indonesia Menang Perlombaan Puisi di Singapura

SURABAYAONLINE.CO-Setelah kesibukan sebagai pekerja rumah tangga, yang bisa berlangsung 14 jam, Deni Apriyani melewatkan waktu luang di kamarnya dengan menulis puisi. Sekarang, puisi yang ditulisnya menang perlombaan.

Biasanya saya menulis tentang kehidupan sehari-hari saya, kata Deni Apriyani yang berusia 27 tahun. “Saya merasa puas. Ibaratnya telah melepas beban berat yang harus saya pikul.” Demikian dikatakan Apriyani kepada Thomson Reuters Foundation. Ia bekerja sebagai pekerja rumah tangga pada sebuah keluarga ekspatriat di Singapura sejak 2013.

Seperti halnya puluhan ribu pembantu di Singapura, Apriyani bangun subuh setiap hari untuk membersihkan rumah. Ia juga memasak dan mengurus anak-anak majikannya. Tapi tenaga kerja domestik dan tenaga kerja migran lainnya di Singapura kerap ibaratnya bayangan, karena eksistensi mereka tidak ditanggapi dengan serius.

Sebagian dari mereka menumpahkan beban dan kesulitan yang mereka hadapi setiap hari ke dalam puisi. Mereka juga menulis tentang rasa rindu pada kampung halaman, juga cinta dan kebahagiaan. Puisi-puisi itu mereka kirimkan ke perlombaan tahunan Singapore Writers Festival, yang bertujuan untuk menghilangkan tembok pembatas dengan masyarakat Singapura dengan menunjukkan kemampuan menulis para pekerja rumah tangga.

Apriyani memenangkan hadiah pertama pada kompetisi tahun ini, dan diumumkan hari Minggu (3/12). Puisinya tentang kekerasan rumah tangga yang didasari pengalaman seorang perempuan di desa tempat tinggalnya di Indonesia.(DW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *