Seberapa Besar NQ Anda? Ayo Coba Jawab Pertanyaan Ini

SURABAYAONLINE.CO-Anda pernah mendengar IQ Anda (Intelijen Quotient) dan EQ Anda (Emotional Intelligence Quotient) tapi bagaimana dengan NQ Anda (Neanderthal Quotient)? Sebuah studi baru dari Universitas Negeri New York menganalisis 200 Homo sapiens untuk mengetahui ciri kepribadian mana yang mereka bagi dengan sepupu jauh Homo neanderthalensis.

Neanderthal adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Spesimennya ditemukan di Eurasia, dari Eropa Barat hingga Asia Tengah dan Utara. Spesies ini dinamakan Neandertal sesuai dengan lokasi tempat pertama kali ditemukan di Jerman, Neandertal atau Lembah Neander.

Neanderthal dapat diklasifikasikan sebagai subspesies manusia (Homo sapiens neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (Homo neanderthalensis). Pada suatu masa terjadilah perselingkuhan antara Neanderthal dan Homo sapiens, lalu gen itu kemudian masih ada pada kita, menurut para ahli cuma 2,5 persen dan bisa dilacak mlelaui kromosom X.

Jadi bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya gen Neandethal? Jawab pertanyaan dengan jawaban di bawah ini:

Seberapa sering (tidak pernah / kadang-kadang / sering)

Pertanyaaan: apakah Anda …

(a) Berfantasi tentang seks dengan seseorang selain pasangan Anda? (b) Hindari berbicara dengan orang yang tidak Anda kenal dengan baik? (c) Merasa sangat gugup sehingga tidak ada yang bisa menenangkan Anda? (d) Tunjukkan kurangnya imajinativitas dalam situasi baru?

Jika Anda kebanyakan menjawab tidak pernah / sesekali, maka Anda memiliki NQ rendah. Jika Anda sering  menjawab sering, Anda memiliki NQ yang relatif tinggi. Sekilas, ini terlihat kasar: kita Homo sapiens monogami, ramah, tenang dan imajinatif, sementara Neanderthal adalah promiscuous dan brutish. Tapi ketika para peneliti mengambil sampel DNA dari para peserta dan mencari korelasi antara kepribadian mereka dan tumpang tindih genetik mereka dengan DNA Neanderthal, korelasi tersebut kecil tapi signifikan secara statistik.

Karena umumnya bukti untuk karakter kepribadian yang diwariskan kuat, tidak terlalu sulit membayangkan masa depan di mana kepribadian kita diukur bukan dengan kuesioner, namun dengan mengurutkan DNA kita.(*)