Sering Main Gawai Sambil Tiduran, Pria Ini Tiba-tiba Lumpuh

SURABAYAONLINE.CO- Gawai memang telah menjadi bagian hidup masyarakat di era saat ini. Bahkan, sebelum tidur pun kita kerap memainkan gawai. Padahal tindakan ini dapat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh kita.

Pria dari Chengdu, Tiongkok menjadi contoh nyata. Pria itu dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kelumpuhan setelah bermain gawai sambil tiduran.

Mengutip Sohu, Sabtu (2/11/2017), seorang pria dengan nama keluarga Wang punya kebiasaan berbaring di ranjangnya sambil bermain gawai. Kebiasaan itu biasa dilakukan setelah pulang kerja. Mungkin sekalian melepas lelah, Wang biasa melakukan ini selama dua sampai dengan tiga jam setiap hari, tanpa melepas gawai itu dari pandangannya.

Nyatanya kebiasaannya itu berdampak buruk. Secara tiba-tiba, ia tak bisa merasakan atau menggerakkan bagian dada sampai dengan bagian bawah tubuhnya.

Kondisi aneh tersebut membuatnya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa Wang mengalami kelumpuhan, karena terjadi masalah pada lehernya.

Wang diketahui menderita cervical spondylosis atau aus pada cakram tulang belakang di bagian leher. Efek dari kondisi ini dapat mengakibatkan adanya penyempitan sumsum tulang belakang dan akar saraf terhadap tulang belakang.

Kondisi tersebut biasanya dialamai para lansia. Namun, kasus yang dialami Wang sendiri bisa terjadi lebih cepat karena pekerjaan yang sering membuatnya menundukan kepala dan membengkokan lehernya. Juga diperparah ketika pulang kerja ia masih memandangi layar ponselnya.

Menurut dokter, Wang akan mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada lehernya. Hal ini dapat mempengaruhinya saat berjalan dan berdiri.

Namun, operasi darurat yang telah ia tempuh bisa menyembuhkannya dari kelumpuhan mendadak. Dokter sampai saat ini belum mengetahui apakah tubuh Wang akan kembali seperti semula atau tidak.

Di Surabaya Teratasi

Di Surabaya penanganan spondylosis cervical atau populer dengan kecetit leher sudah bisa disembuhkan dengan mudah berkat perkembangan teknologi dan para dokter yang menjadi operatornya.

Penderitaan serupa pernah dialami oleh Henry J Gunawan yang telah menderita sakit karena  kecetit leher ini. Ia hanya perlu menjalani operasi satu jam, dan keesokan harinya bisa pulang dan beraktivitas seperti biasa seperti ditulis dalam laman spine-care.co.

Soal pengobatan, sudah dipijat, ultrasound, chiropractic yang hanya bertahan 2-3 bulan. Terapi sauna hanya tahan lima jam, ada juga terapi kuku macan. Akhirnya tidak sembuh juga. ”Saya baru sadar setelah mendapat penjelasan dr. Sofyan, memang benar kalau dipikir secara logika, tulang yang penyet (bantalan rusak) dan saraf tergencet tidak mungkin sembuh dengan pijat,” paparnya.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *