Pelaku Gendam Kuras Perhiasan Bernilai Rp3 M di Surabaya

SURABAYAONLINE.CO- Seorang warga yang tinggal di perumahan elit di Galaxi Bumi Permai B5 menjadi korban pencurian dengan modus gendam. Sejumlah perhiasan milik korban berinisial PL (47) bernilai Rp3 miliar raib dibawa kabur pencuri.

Pelaku diketahui memperdaya pembantu rumah untuk memuluskan pencurian ini. Kasus ini terjadi pada Senin (6/11/2017) dan dilaporkan oleh korban berinisial PL (47) ke Polrestabes Surabaya pada Rabu (9/11/2017).

Hasil pemeriksaan saksi oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, kejadian ini diawali saat pelaku menghampiri pembantu korban sekitar pukul 13.30 WIB berpura-pura sebagai tamu. Seorang pembantu yang biasa dipanggil Mbak Tin kebetulan tengah berada di rumah sendirian.

Pelaku yang diketahui seorang pria tersebut lantas mencoba memperdaya pembantu dengan mengatakan bahwa pembentu tersebut tengah dalam pengaruh guna-guna (magic) majikannya.

Pembantu tersebut mulanya tidak percaya, tapi pelaku tersebut terus meyakinkan. Bahkan, pelaku meminta pembantu tersebut membuka mulut dan dari mulutnya keluar sebuah kapas dan benang yang berlumuran darah. Atraksi itu berhasil memperdaya pembantu tersebut.

Setelah mengeluarkan kapas dan benang dari mulut pembantu, pelaku mengaku juga bisa menyembuhkan penyakitnya. Syaratanya pembantu tersebut harus mengambil barang-barang berharga milik majikannya. Dari sinilah kemudian pembantu tersebut linglung dan menuruti perintah pelaku.

Pembantu tersebut langsung mencari barang berharga milik majikannya. Dengan mencongkel almari dia berhasil mengambil sejumlah barang berharga seperti, perhiasan emas yang terdiri dari liontin, gelang, kalung, cincin. Tak hanya itu, 11 jam tangan mewah merk ternama juga diambil.

Barang-barang berharga milik majikannya tersebut langsung diserahkan kepada pelaku. Lalu, pelaku bergegas meninggalkan rumah. Beberepa menit kemudian, pembantu tersebut sadar dan menelepon majikannya. Setelah pulang, majikannya kemudian melaporkan ke Polrestabes Surabaya.

AKBP Leonard Sinambela Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, mengatakan anggotanya telah melakukan olah TKP dan memeriksa pembantu korban. Hasilnya, polisi mendapatkan ciri-ciri pelaku.

“Keterangan yang menyebutkan ciri-ciri pelaku kami jadikan sebagai bahan penyelidikan. Saat ini kami berhasil mengantongi identitas pelaku,” kata AKBP Leo.

Leo menegaskan, saat ini tim telah memburu pelaku untuk melakukan penangkapan.

“Tunggu saja, setelah kami tangkap, kami akan segera menyampaikan kepada rekan-rekan,” kata Leo.