RSFM Bebaskan Biaya Perawatan Pasien Kanker Wajah

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Manajemen Rumah Sakit Fathma Medika Sembayat Manyar Gresik, sepakat untuk membebaskan seluruh biaya perawatan medis pasien Muteni binti Sarkowi (58), yang menderita kanker hingga wajahnya dipenuhi belatung.

Begitu ganasnya penyakit kanker yang diderita warga Dusun Bandaran Sari Rejo Desa Bedanten Kecamatan Bungah ini, sampai sampai seluruh rumah sakit di Gresik menolak untuk merawatnya. Selain soal penyakitnya yang sudah kronis, secara ekonomi Mukeni juga tidak memiliki biaya berlebihan.

Suaminya meninggal setahun lalu, dan mereka tidak dikaruniai anak. Untuk memenuhi kehidupan sehari- hari, Mukeni terpaksa mencari kangkung untuk dijual di pasar. Satu-satunya orang yang peduli dengan dirinya adalah Yasiroh, tetangganya, yang merasa iba dengan Mukeni lalu mengantarnya ke RSFM.

Saat menjalani perawatan pertama di RSFM, Mukeni bersyukur karena masih ada rumah sakit yang sudi menerimanya. Namun disisi lain, Mukeni mengeluh ke Yasiroh kalau ia tidak memiliki uang untuk biaya pengobatannya selama di RSFM.

“Saya tidak punya uang untuk biaya rumah sakit, uang hasil jualan kangkung hanya cukup untuk makan sehari hari,” ujar Yasiroh menirukan keluhan Mukeni.

Menanggapi keluhan pasien istimewa ini, Kepala IGD RSFM dr Vita Emalia berkoordinasi dengan Wakil Direktur Medis RSFM dr Fina, dan menyampaikan kondisi pasien yang benar-benar tidak mampu membayar biaya rumah sakit.

Selanjutnya, Dirut RSFM dr Asluchul Alif Maslichan dengan penuh ketulusan atas nama kemanusiaan membebaskan seluruh biaya pengobatan Mukeni. Tidak hanya itu, RSFM juga akan terus merawat Mukeni sampai sembuh tanpa biaya sama sekali.

“Alhamdulillah, setelah dirawat satu minggu lebih, kondisi pasien Mukeni sudah mulai membaik. Pasien sudah tidak merasakan nyeri lagi dan bisa beristirahat dengan baik tanpa merintih kesakitan,” terang dr Alif panggilan akrab dr Asluchul Alif Maslichan yang aktif bergelut di dunia organisasi ini, baik PSSI, Ansor, Karang Taruna, maupun di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik.

Sementara itu, ketika disinggung harus berapa lama Mukeni menjalani perawatan sampai sembuh, dr Vita mengatakan, setidaknya pasien harus menjalani perawatan intensif selama 3 bulan lebih.

Ditanya berapa seharusnya biaya yang dikeluarkan pasien Mukeni, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma ini tidak bersedia memberikan jawaban. Hanya saja, ia memberikan gambaran untuk pasien penderita kanker sekali perawatan menghabiskan biaya Rp 200 ribu – Rp 300 ribu. Biaya tersebut sudah mencakup biaya dokter, terapi dan obat.

“Dirut RSFM dr Alif telah memberikan kebijakan, agar pasien dirawat sampai sembuh tanpa biaya sama sekali. Semoga kebaikan dr Alif ini menjadi harapan baru, bagi Bu Mukeni untuk kembali semangat melawan kanker ganas yang telah dideritanya selama 5 tahun itu,” pungkas dr Vita, Kamis (30/11). (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *