Selama 3 Hari, Bupati, Camat dan Seluruh Pejabat Bermukim di Malaysia

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Wabup Moh.Qosim, Sekda Kng Djoko Sulistio mengajak seluruh pejabat Pemkab Gresik ke Malaysia, mulai Jumat (17/11) – Minggu (19/11),

Pejabat yang diajak pelesir itu, terdiri dari seluruh camat totalnya 18 orang. Kemudian seluruh kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mulai bagian, dinas, dan badan. Juga ada para asisten, staf ahli bupati, serta direktur sejumlah BUMD yang semuanya pejabat eselon II.

Rombongan besar ini, berangkat dari Bandara Juanda Sidoarjo Jumat (17/11) pagi. Sehingga otomatis, mereka tidak ada yang masuk kantor. Karena umumnya, mereka berangkat ke Bandara Juanda langsung dari rumah masing-masing.

Tidak ada keterangan resmi mengenai keberangkatan tersebut, dalam rangka tugas dinas atau sekadar pelesir. Namun info yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, kepergian ini dalam rangka menemui masyarakat Bawean yang menjadi TKI di Malaysia. “Namun dibungkus dalam acara gathering, hanya saja peserta membayar sendiri biaya akomodasi dan perjalanannya,” ujar sumber tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, M Nadlif tidak bersedia memberikan keterangan. Padahal menurut info di lingkungan Pemkab Gresik, BKD menjadi leading sector kegiatan ini. Termasuk mengurus izin ke Gubernur Jatim dan Mendagri, serta akomodasi serta transportasinya.

Sementara itu, kalangan DPRD Gresik sangat menyayangkan kepergian seluruh pejabat Pemkab Gresik ke Malaysia. Karena meski dengan dalih biaya sendiri, dinilai sangat menciderai hati rakyat. Apalagi saat ini, kondisi APBD Gresik 2017 tengah kritis dan terseok-seok yang mengakibatkan banyak program yang anggarannya dikepras drastis.

Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah, mempertanyakan urgensitas kepergian bupati beserta rombongan pejabat Pemkab Gresik

“Kalau tujuannya hanya temu kangen warga Gresik di Malaysia, kenapa semua pejabat diajak. Kan seharusnya cukup pejabat Disnaker dan yang terkait,” pungkasnya.

Namun politikus Partai Gerindra ini mengaku tidak tahu, kepergian bupati dan rombongannya memakai dana
pribadi atau pos lainnya. “Soal anggaran yang dipakai, saya tidak tahu,” jelasnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *