Upacara Hari Santri Pemkab Gresik, Peserta Wajib Bersarung

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto mengajak para santri untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ajakan bupati ini disampaikan saat memimpin upacara Peringatan Hari Santri  di Halaman Kantor Bupati Gresik, Kamis (16/11).

Yang menarik dari upacara ini adalah, peserta laki laki memakai busana muslim dan bersarung.  Selain diikuti oleh seluruh anggota Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TP PKK Kabupaten Gresik dan Dharma Wanita.
Upacara Hari Santri ke III kali ini juga diikuti oleh 500 orang santri peserta upacara yang terdiri dari PNS, Kelompok masyarakat, Organisasi social dan kemasyarakatan, dari pondok pesantren serta santri pelajar dari sekolah Islam yang ada di Gresik.
“Selama ini santri berhasil memfilter paham-paham yang tidak sesuai dengan masyarakat Gresik. Menjaga dampak globalisasi dan membentengi dari ancaman budaya negative dari luar mulai dari jaman sebelum kemerdekaan sampai saat ini,” tandas Sambari.
Santri, menurut Bupati tak hanya para anggota pondok pesantren dan Kyai. Tapi Santri adalah semua masyarakat muslim yang ada di Gresik. Untuk itu, Sambari meminta agar Bersama sama ikut mempertahankan Gresik sebagai kota santri. Tentu saja budaya Santri ini harus tetap dipertahankan dan dibentengi dari pengaruh dari semua unsur yaitu para tenaga kerja asing, turis, investor asing.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Gresik dan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik membagikan hadiah kepada santri berprestasi. Mereka adalah dari kelompok Ponpes Al Abror Kecamatan Gresik sebagai juara festival Subbanul Wathon dan mars hari santri. PAC Fatayat NU Cerme juara lomba senam fatayat. Grup Qosidah Al Mukhtar PAC Fatayat Dukun juara Qosidah Rabana. Dan Irva Zahratul Warda dari Menganti sebagai juara Pemilihan Puteri Fatayat 2017 Gresik. (san)