Festival sate gajah, Songennep Jazz and Culture Festival 2017

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Festival Sate Gajah yang digelar Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, di simpang Odeng diserbu ribuan warga. Mereka tampak antusias untuk melihat dan menikmati sate berukuran jumbo yang telah disiapkan melalui stan yang ada secara gratis.

Warga sudah mulai berdatangan ke lokasi sejak acara belum dimulai. Namun mereka hanya bisa melihat saja tanpa boleh mencicipi. Sebab, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke 748 ini belum dibuka dan dimulai oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

“Kenapa festival sate gajah karena sate merupakan masakan khas Madura dan ukuran daging satenya jumbo,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Sabtu (11/11/2017).

Ia menjelaskan, masakan sate saat ini sudah menjadi kuliner khas Madura yang sudah terkenal dimana-mana. Namun hingga kini belum ada pihak yang menggelar festival sate untuk mengapresiasi olahan masyarakat yang sudah terkenal di berbagai penjuru tanah air itu.

“Ini bagian dari apresiasi dari kegiatan masyarakat yang terkenal dimana-mana. Karena saya melihat belum ada festival sate di Madura,” ujarnya.

Selain menyajikan kuliner sate dengan daging jumbo, dalam festival ini juga ditampilkan budaya khas Madura dalam bentuk pakaian pesa’ yang dikenakan oleh para peserta di setiap stan. Tidak hanya itu, tarian tradisional Muang Sangkal juga disuguhkan kepada masyarakat serta promosi wisata yang ada.

“Potensi dan destinasi wisata Sumenep sangat banyak. Tahun depan, lebih banyak lagi festival-festival yang akan kami gelar dalam rangka Visit Sumenep Year 2018,” tutur Bupati dua periode ini.

Sementara, ketua panitia festival sate gajah dan Songennep Jazz and Culture Festival, Bambang Irianto mengungkapkan, festival sate gajah ini diikuti sebanyak 42 peserta atau stan yang berasal dari OPD dan Kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan pasar murah yang diikuti oleh 40 UKM di Sumenep.

Selain itu, untuk semakin meningkatkan promosi wisata dan mengenalkan Sumenep ke masyarakat luas, panitia juga mengundang 250 club mercy dan 150 orang dari komunitas jazz.

“Ada tiga aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini, yaitu pengenalan budaya, kuliner dan wisata Sumenep,” ungkap Bambang.

Berdasarkan jadwal yang sudah dibuat, kegiatan festival ini akan berlangsung selama dua hari. Hari ini dari pukul 10 hingga 12 siang merupakan festival sate gajah dan bakar sate bersama. Kemudian pukul 4 sore para tamu akan disuguhi musik jazz yang mendatangkan artis jazz ibu kota dan lokal. Itu akan berlangsung mulai pukul 16 hingga pukul 17.00, lalu istirahat.

Pada malam harinya, yakni pukul 19.00 Wib dilanjutkan dengan sajian Sumenep Jazz and Culture Festival, dengan Bintang tamu artis nasional yakni Mus Mujiono dan  Citra Scholastika. Lalu keesokan harinya, pada tanggal 12 Nopember 2017, pagi hari akan dilaksanakan Slalom Contest yang meliputi exhibition mobil bersama free style, para model termasuk fotografer.

“Ini bagian dari bentuk promosi Pemkab dalam menyambut tahun kunjungan wisata. Makanya kami juga mengundang komunitas mercy dan jazz untuk mengenalkan budaya, kuliner dan wisata Sumenep,” pungkasnya. (newssatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *