Serangan Jantung Diduga Penyebab Pelari Bromo Tengger Meninggal

SURABAYAONLINE.CO- Jenazah Andi Nursaiful (48), pelari Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra 100 tiba di Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Korban diduga meninggal karena serangan jantung.

“Dari pemeriksaan dokter di Poncokusumo diduga serangan jantung,” kata kerabat korban Alfath Mappakaya (50), kepada wartawan di kamar jenazah RSSA Malang, Sabtu (4/11/2017).

Dia mengatakan, korban merupakan warga asal Depok, Jawa Barat, yang sudah berkeluarga. “Asalnya Depok, istrinya dalam perjalanan kesini (RSSA),” beber Alfath.

Andi sendiri dikenal memiliki hobi olahraga, khususnya lari. Dulu, Andi memiliki kebiasaan mendaki gunung. Mungkin hal itu, kata Alfath, mendasari ikut lomba lari BTS Ultra 100 itu.

“Sukanya lari dan mendaki gunung. Tadi pagi ditemukan rekannya sudah meninggal. Pemeriksaan dokter menyatakan serangan jantung sebagai penyebabnya,” beber Alfath.

Andi Nursaiful ditemukan tak bernyawa di kawasan Ranupane, yang merupakan rute BTS Ultra 70 Km yang diikutinya, pagi tadi pukul 05.00 WIB. Jaraknya 18 Km dari lokasi start awal. (detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *