Penjual Burung Ini, Rutin Bantu Anak Yatim dan Dhuafa

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Wakil Bupati Gresik, Dr Mohammad Qosim berharap pengusaha di Gresik lebih peduli kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

”Akhir-akkhir ini saya sering diundang ke rumah beberapa pengusaha untuk membagikan santunan kepada yatim dan dhuafa. Saya melihat pengusaha yang bersangkutan hanyalah seorang pengusaha kecil, yang selama ini hanya dipandang sebelah mata. Namun dia masih mau peduli untuk berbagi dengan orang lain” katanya, Selasa (31/10)..

Salah satu pengusaha kecil itu, dicontohkan Qosim adalah penjual burung yang mengundang dirinya untuk membagikan santunan yatim piatu dan dhuafa.

“Meski hanya seorang penjual burung, tapi mas M. Bustomi ini masih mau peduli untuk membagikan sebagian hartanya untuk orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini bisa dicontoh oleh pengusaha kecil yang lain. Syukur-syukur juga diikuti oleh pengusaha besar, tentunya dengan jumlah santunan yang lebih besar sehingga lebih banyak orang yang disantuni,” ujar Qosim.

Mohammad Bustomi (41) atau yang terkenal dengan nama Gondrong ini, adalah penjual burung yang membuka lapak di Jalan Usman Sadar Gresik. Meski tempatnya terlihat sederhana, tapi usaha laki-laki yang punya ciri khas rambut panjang ini sudah dikenal oleh para penggemar burung di Gresik.

Bustomi tak hanya menjual burung, pemilik UD Gondrong Group ini juga menjual segala kebutuhan untuk para penggemar burung. Mulai sangkar, makanan burung serta berbagai pernak-pernik lainnya.

“Dulu saya jualan sebagai PKL dan kontrak tempat kecil di selatan tempat ini. Alhamdulillah saat ini sudah bisa punya tempat sendiri yang luas, jualan saya juga makin banyak dan beragam” ungkap Gondrong yang memulai usaha sejak 15 tahun yang lalu itu.

Dari keuletannya, Gondrong berhasil membuka 3 tempat usaha serupa. Dua di antaranya ada di Gresik satu tempat yang lain ada di Kabupaten Lamongan.

“Di toko saya, tak hanya menjual burung, tapi segala kebutuhan bagi pemelihara binatang dan peternak. Orang bilang toko saya ini lengkap sebagai pet shop” katanya bangga.

Ketika ditanya berapa penghasilannya, ia hanya menjawab dengan tersenyum tanpa menyebutkan nominal penghasilannya. “Pokoknya cukuplah, kan ini ‘tabungan akhirat’. Saya tidak harus menghitung penghasilan saya dan berapa prosentasenya. Yang penting saya bisa menyisihkan untuk yatim piatu. Insyaallah saya bisa menyisihkan penghasilan saya dan saya upayakan bisa melaksanakan santunan setiap tahun. Meskipun tidak di tempat ini” ungkapnya. (san)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *