Mobil Gas Buatan Mahasiswa ITS Sabet Juara di Amerika

SURABAYAONLINE.CO- Mahasiswa Istitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuat harum bangsa di luar negeri. Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merebut dua gelar juara di ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di Minneapolis, Amerika Serikat.

Menjadi satu-satunya tim dari Asia Tenggara, tim Chem-E-Car ITS berhasil mengalahkan tim juara bertahan dari University of California – Irvine, AS dan juga Korea Advance Institute of Sains Technology (KAIST), Korea Selatan. Perolehan jawara pertama ini merupakan perolehan prestasi paling besar dalam sejarah tujuh tahun Spektronics ITS berkiprah.

“Ini merupakan prestasi terbesar Spektronics ITS sejauh ini, dan kemenangan ini tentu kami persembahkan untuk Indonesia dan ITS tercinta,” ujar Ketua Tim Spektronics ITS, Putu Adhi Rama Wijaya, di Surabaya, Senin (30/10/2017).

Tim Chem-E-Car merebut dua gelar juara sekaligus, yakni juara pertama Race Competition (kompetisi utama) dan Best Video Competition di ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di Minneapolis, Amerika Serikat, Minggu (29/10).

“Tim ITS merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara (ASEAN) serta merupakan kali pertama keikutsertaan Tim Spektronics ITS di AS dan baru kali pertama tim dari ASEAN meraih juara 1,” tambah Putu.

Spektronics Aerio Superior (AS), prototipe mobil berukuran mini ramah lingkungan yang berhasil mengalahkan 42 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan mereaksikan gas peroksida atau (H2O2) dengan Feri Klorida atau FeCl3 sebagai katalis.

Rifky Putra Herminanto, koordinator tim Spektronics AS, menjelaskan bahwa pada kompetisi utama (Race Competition) setiap tim diberikan dua kali kesempatan run menempuh jarak 23,5 cm dengan tingkat error (berhenti sebelum garis finish) terkecil. Tak hanya itu, mobil juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mililiter yang diberitahu sejam sebelum kompetisi.

“Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat error terkecil atau yang berhasil meraih jarak paling dekat dengan target yang akan menjadi juara,” jelas Rifky yang dihubungi lewat pesan online, Senin (30/10) pagi.

Lebih lanjut Rifky menceritakan, pada kesempatan pertama run, tim Spektronics berada di urutan ke-6 dengan error hingga 73 cm. Namun pada kesempatan kedua, setelah berdiskusi dan menganalisa reaksi yang terjadi, mobil Spektronics ITS berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error hanya dua sentimeter dari target sehingga bisa menyabet juara satu.

“Perolehan tingkat error ini cukup kompetitif dengan juara dua dari University of California – Irvine yang memiliki tingkat error sembilan sentimeter,” jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.

Rifky juga mengungkapkan ada tiga kendala yang timnya hadapi selama lomba. Kendala tersebut ialah perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Amerika dan Indonesia, tidak adanya kesempatan untuk test-run sehingga tidak bisa kalibrasi data, dan bahan kimia yang berbeda tingkatan yang ada di Indonesia. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Rifky dan tim karena mereka sudah mempersiapkan penghangat air yang dibawa dari Indonesia untuk menghangatkan reaktor.

“Meskipun tidak ada test-run, kami tidak merasa ragu karena kami sudah berangkat dengan persiapan yang matang dari Indonesia dan semua kemungkinan sudah disimulasikan terlebih dahulu,” tutur mahasiswa Departemen Teknik Kimia tersebut.

Dalam perlombaan kali ini juara kedua diduduki oleh University of California – Irvine (AS) dengan tingkat error sembilan sentimeter, juara tiga oleh University of North Alabama (AS) dengan tingkat error 14 sentimeter, juara empat oleh Rose-Hulman Institute of Technology dengan tingkat error 15 sentimeter, dan juara lima tim Cooper Union dengan tingkat error 18 sentimeter.

Keberhasilan ini juga disusul dengan dinobatkannya video Spektronics yang merupakan kaRektor ITS Joni Hermana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas prestasi yang dipersembahkan Tim Spektronics yang juga sebagai kado Dies Natalis ITS ke-57 ini.

“Hikmahnya bagi kita semua atas prestasi ini adalah diakuinya Indonesia sebagai negara ke-4 setelah China, Hongkong, Korea dan Arab Saudi yang dapat menyelenggarakan kompetisi Chem-E-Car yang diakui oleh IAChE dan tentu saja diakuinya Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITS sebagai Student Chapter IAChE,” tutur Joni bangga. (rya dari tim ITS TV sebagai Best Video Competition di ajang ini.(detik.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *