Warga Kejar-kejaran dengan Begal Motor Sampai Jarak 10 Kilometer

SURABAYAONLINE.CO- Warga kota Surabaya Rabu (15/10/2017) dinihari telah menangkap dua pelaku begal motor setelah melalui pengejaran dari PTC sampai Jl Pacuan Kuda Petemon Surabaya.

Kepedulian warga saling bersahutan di sepanjang jalan mulai kawasan Jl Bukit Darmo Boulevard (depan Lenmarc), Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tidar dan berakhir di jalan Pacuan Kuda Petemon. Diperkirakan rute pengejaran tersebut berjarak sekitar 10 kilometer.

Ricko Yuriansah (23) warga Bambe, Gresik yang menjadi korban begal motor menceritakan awal mula warga tergerak membantunya mengejar pelaku begal hingga tertangkap. Menurut Ricko, sekitar pukul 12.00 WIB dia menjemput pacarnya pulang kerja di kawasan Lenmarc. Sekitar 10 menit baru berhenti di pinggir jalan, dia didatangi tiga orang dengan satu motor.

Salah satunya dari tiga orang itu tanya alamat PTC. Setelah dia jawab, mereka tetap tidak mau pergi.

“Saat saya masih mengobrol dengan salah seorang dari mereka, tiba-tiba satu orang yang mulanya duduk di jok motornya menghampiri saya dan mengalungkan parang ke leher saya. Dia minta HP pertama kali, terus saya sikut badannya pelaku dan kami sempat berduel. Karena dia bawa senjata, saya lari minta tolong. Baru tiga langkah saya ditarik pelaku dan jatuh. Akhirnya saya duel lagi dengan yang bawa parang, punggung atas saya dipopor dengan gagang parang, lalu mereka kabur,” kata Ricko pada suarasurabaya.net, Rabu (25/10/2017).

Ricko mengatakan, di tengah duel dengan salah seorang pelaku, motor Ricko dibawa kabur pelaku yang sebelumnya tanya alamat. Pelaku yang bagian joki motor langsung mengajak kabur pelaku yang duel dengan Ricko.

“Setelah mereka kabur, spontan saya berhentikan pengendara lain untuk minta tolong bantu mengejar dua palaku yang berboncengan. Waktu itu saya hentikan orang lewat yang mengendarai motor Honda Vario 150cc. Dia berboncengan dengan pasangannya, akhirnya kami berboncengan tiga untuk mengejar pelaku,” kata Ricko.

Selama dalam pengejaran Ricko berteriak begal-begal agar mendapat bantuan dari pengendara lain. Usaha Ricko membuahkan hasil, di sepanjang perjalanan mulai Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Tidar dan sampai Jl Pacuan Kuda Petemon, Ricko mendapat bantuan pengendara lain sampai lebih dari lima pengendara. Semua yang ikut mengejar pelaku dengan mengikuti dari belakang dengan jarak 15 meter.

“Waktu saya teriak, ada pengendara lain yang tanya mana begalnya, saya jawab itu pakai Mio boncengan dua. Ada lebih dari lima motor. Semua menerobos lampu merah sambil kasih kode kalau sedang mengejar begal. Sempat ada yang pakai RX King memepet pelaku di sekitar RS Darmo, tapi pelaku yang dibonceng mengayunkan parangnya,” katanya.

Pengejaran pelaku begal ini, kata Ricko diuntungkan gang buntu. Dua pelaku yang dia kejar bersama warga akhirnya masuk di sebuah gang buntu di Jl Pacuan Kuda Petemon. Mengetahui kalau itu gang buntu, pelaku mencoba putar balik, tapi di belakangnya telah banyak warga yang siap menangkap termasuk Ricko.

“Begitu dia terpojok saya turun dan langsung menyerang pelaku yang sebagai joki. Sementara pelaku yang membawa senjata terus mengayunkan parangnya sambil lari. Akhirnya pelaku yang pakai parang berhasil ditangkap warga sekitar,” katanya.

Sampai sekarang, Ricko tidak mengetahui siapa warga yang memboncengnya dalam pengejaran dramatis itu. Dia hanya mengucapkan banyak terima kasih masih banyak orang baik di Surabaya.

“Saya tidak sempat kenalan. Karena saya konsentrasi pada pelaku dan melaporkan ke Polrestabes Surabaya kejadian ini. Dua pelaku juga telah diamankan di Polrestabes Surabaya. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang bantu saya,” katanya.

Ricko berharap motor yang dibawa kabur oleh satu pelaku lainnya bisa ditangkap. Sebab, menurut Ricko, perkiraan pelaku belum lari jauh karena bensin di motornya menipis hampir habis.

“Motor saya itu habis bensinnya. Saya yakin yang bawa motor saya itu kaburnya tidak jauh. Karena bensinnya habis. Sayangnya saya tidak tahu jejaknya. Akhirnya kejar yang dua itu,” katanya.

Dalam pengejaran, Ricko hanya menjumpai petugas kepolisian di satu lokasi yaitu di sekitar danau Unesa. “Waktu pengejaran saya lihat tiga polisi dengan mobil patroli di waduk Unesa mereka diam saja cuma lihat,” katanya.