Besok, 1.500 Barong Berencana Kesurupan Serentak di Surabaya

SURABAYAONLINE.CO- Sekurangnya 1.500 pemain Barong dari berbagai kota di Jawa Timur, Rabu (25/10/2017) besok bakal menggelar aksi kesenian Barong, yang direncanakan juga bakal diwarnai aksi kesurupan serentak pada penampilannya di Kota Surabaya.

Taufik Hidayat Kepala Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (24/10/2017) membenarkan bahwa aksi ke 1.500 pemain Barong dari berbagai kota di Jawa Timur itu nantinya akan diberangkatkan dari halaman Taman Budaya Jawa Timur.

“Hari ini mereka sudah berdatangan dan berkumpul di Taman Budaya Jawa Timur untuk mematangkan rencana kegiatan pementasan Rabu (25/10/2017). Jumlah yang akan tampil sekitar 1.500 pemain, dari berbagai jenis Barong yang dikenal di Jawa Timur ,” ujar Taufik.

Dalam penampilannya, lanjut Taufik kesenian Barong tidak jauh berbeda dengan Jaranan, Jaran Kepang, Kuda Lumping atau Jathilan di Jawa Tengah.

“Pada setiap penampilannya, kesenian Barong ini memang tidak kalah menarik dengan seni Kuda Kepang atau Jaranan,” tambah Taufik.

Termasuk dengan kesurupan atau trance yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penontonnya, Taufik menegaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan perlengkapan atau ubo rampe bagi para pemainnya.

“Barong di berbagai kota di Jawa Timur sejauh saya pernah menyaksikan memang selalu diwarnai dengan satu atau beberapa pemainnya yang mengalami kesurupan. Ini juga yang bisa saja besok itu bakal terjadi pada penampilan 1.500 barong tersebut. Kami sudah persiapkan semuanya,” kata Taufik.

Beberapa kota yang sudah memastikan hadir pada penampilan 1.500 Barong di Surabaya kali ini, di antaranya, Blitar, Jember, Bantengan Banyuwangi, Jaranan Situbondo, dan beberapa kota lainnya, termasuk beberapa kelompok barong dari Malang dan Kediri.

Kegiatan yang bakal dilepas dari halaman Taman Budaya Jawa Timur menuju sekitar Jl. Setail dan berkumpul dilapangan Makodam V Brawijaya tersebut diharapkan menjadikan kesenian Barong dikenal dan dilestarikan masyarakat sebagai seni tradisi asli bangsa ini.

“Kadang kita hanya tahu Barongsay saja, padahal ada juga kesenian Barong dari berbagai daerah di Jawa Timur, yang tidak kalah menarik. Kegiatan ini juga untuk mengajak masyarakat mengenal sekaligus berupaya ikut menjaga dan melestarikan kesenian Barong ini,” pungkas Taufik Hidayat.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *