Gypsy Bridal Market, Ketemunya Pria dan Wanita Lajang

SURABAYAONLINE.CO- Biasanya, pasar menjual makanan atau suvenir. Tetapi beda dengan di Bulgaria, mereka memiliki pasar yang menyediakan jodoh yang siap menikah.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (19/10/2017) di Kota Stara Zagora, 230 km arah timur Ibukota Sofia, Bulgaria terdapat papsar yang bernama Gypsy Brides Market atau Pasar Pengantin Gipsi. Di sini kamu bisa menemukan muda-mudi yang mencari jodoh dan siap untuk menikah.

Para gadis memakai gaun terbaik mereka, dengan make-up tercantik dan gaya yang menarik perhatian banyak orang. Para pria memakai celana jeans hitam, dengan kaos yang menonjolkan otot, dan biasanya dilengkapi dengan jaket kulit. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk mengobrol dan senang-senang, melainkan guna mencari pasangan untuk menikah

Suasana ramai yang dilengkapi dengan suara musik gypsy pop gegap-gempita terdengar dari sound system mobil. Gadis-gadis menarik perhatian dengan menari di atas kap mobil, atau berjalan-jalan dengan senyum terbaik mereka. Para pemuda berusaha menangkap mata yang bisa membuat hatinya berdebar tanpa bisa ditahan.

Para gadis akan mengenakan pakaian terbaik mereka di pasar ini (AFP)Para gadis akan mengenakan pakaian terbaik mereka di pasar ini (AFP)

Bagi para muda-mudi, ini adalah acara yang sangat menarik terutama bagi para gadis. Anak gadis Suku Kalaidzhi biasanya sudah berhenti sekolah sejak umur 15 tahun dan kemudian menimba ilmu dari rumah saja. Karena mereka menganut Kristen Ortodoks, para orangtua sengaja menarik anak gadisnya dari kehidupan sosial umum agar tidak terkena imbas pergaulan bebas yang sudah jadi hal umum di masa kini.

Para gadis ini tidak bisa dengan mudah bertemu dengan lawan jenis. Biasanya, mereka hanya bisa berkomunikasi dan mencari teman via internet, salah satunya di Facebook. Bridal Market atau Pasar Pengantin adalah suatu kesempatan yang besar juga sangat ditunggu bagi mereka.

Tak sekadar pertemuan untuk muda mudi, namun juga bagi para orangtua. Gadis yang berumur 18 tahun ke atas, akan bertemu dengan pria yang juga seumuran. Mereka berbincang, mengobrol dan mencari percik cinta. Sedangkan para orangtua menunggu di tepian keramaian, menanti apakah anak atau kemenakannya berhasil menemukan jodoh di sana.

Muda-mudi berkumpul untuk mencari jodoh (AFP)Muda-mudi berkumpul untuk mencari jodoh (AFP)

Setelah anak-anak ini menemukan ketertarikan pada lawan jenis, kini bagian orangtua yang mengambil alih. Keluarga pria akan membayar sejumlah uang kepada keluarga gadis tanda anaknya akan diambil. Yang menarik adalah, para gadis di sini terjamin masih perawan karena kelompok mereka memang menjunjung tinggi keperawanan wanita.

Gadis perawan dan memiliki wajah cantik bisa mendapat harga yang cukup tinggi. Namun, jika ternyata sang gadis tidak perawan, uang yang sudah diberikan oleh keluarga pria bisa diambil kembali karena sudah dianggap melanggar perjanjian.(detik.com)