Belum Tentu Gunung Agung Meletus

SURABAYAONLINE.CO-Pantauan sampai Senin (25/09) pukul 12.00 Wita terjadi 593 kali gempa dengan rincian 368 kali gempa vulkanik dalam, dan 189 kali kali gempa vulkanik dangkal dan 36 kali tektonik lokal. Apa Gunung Agung bakal meletus?

Belum tentu, kata pakar gunung api asal Selandia Baru, Dr Janine Krippner, yang kini tinggal di Pittsburgh, Amerika Serikat, kepada BBC, walau jelas bahwa sesuatu memang terjadi di gunung itu.

“Perilaku seperti itu ‘amat biasa bagi gunung api yang aktif, dengan potensi ke arah letusan,” tambahnya.

Jadi para ahli masih mempelajari lebih lanjut jenis gempa dan energi di gunung tersebut selama belum terjadi letusan, seperti yang mungkin terjadi.

“Hal itu akan menjelaskan yang terjadi di bawah gunung api tersebut,” kata Dr Krippner dan menambahkan bahwa yang juga perlu diamati adalah jenis gas yang dikeluarkan Gunung Agung.

Dia membandingkan gunung api dengan sebotol minuman bersoda: ketika masih tertutup maka ada gas di dalamnya tapi tak bisa dilihat namun jika tutupnya dibuka, gasnya keluar.

Itu yang dilakukan gunung api ketika magma bergerak naik. Gas yang berbeda jenisnya akan ke luar dengan kedalaman berbeda.

Dr Krippner menegaskan walau terjadi peningkatan kegiatan Gunung Agung, tetap saja tidak bisa dipastikan akan terjadi letusan.

“Anda tidak bisa mengatakan kapan sebuah gunung api akan meletus. Anda tidak bisa tahu seberapa besar dan Anda tidak bisa mengatakan seberapa lama.”

Kondisi Menjelang Letusan

Menurut Kasbani -Kepala PVMBG- Gunung Agung dapat dipastikan akan meletus jika telah muncul gempa tremor yaitu gempa permukaan berskala kecil yang terjadi secara terus menerus.

Sampai Senin siang seismograf memang belum mendeteksi adanya gempa tremor. Walau demikian pergerakan magma terus mendekati permukaan.

“Kalau gempa tremor berarti letusan tinggal menunggu hitungan menit atau jam. Potensinya besar, makanya perlu diantisipasi kawasan rawan bencana untuk menghindari korban,” kata Kasbani.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG telah menetapkan status awas (level IV) untuk Gunung Agung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebutkan jumlah pengungsi sudah sekitar 35.000 jiwa yang tersebar di 238 titik pengungsian.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *