Indahnya Pantai Pasir Putih Pulau Benteng Lodewijk di Desa Mengare Gresik

SURABAYAONLINE.CO-Mengare merupakan suatu desa di Kabupaten Gresik yang terletak di pesisir Laut Jawa, secara administrative Desa mengare ini masuk dalam wilayah Kecamatan Bungah dan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

Mengare dahulu adalah sebuah pulau yang terpisah dari pulau Jawa dan terletak di muara Bengawan Solo lama, sebelum ini muara Bengawan Solo dialirkan ke Ujung Pangkah oleh pemerintah kolonial Belanda, akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi pulau Mengare, penyebabnya adalah besarnya endapan yang dibawa oleh sungai Bengawan Solo yang menyebabkan majunya garis pantai sekitar 20 meter per tahun, hingga Pulau Mengare yang dahulunya terpisah akhirnya menyatu dengan Pulau Jawa karena endapan tersebut.

Desa Mengare ini letaknya jauh dari keramaian dan berjarak sekitar 5km dari pertigaan Desa Sembayat yang menuju arah Mengare. Keberadaan Desa Mengare ini sangat terkenal bagi warga masyarakat Gresik, apalagi saat Pasar Bandeng tiba, ikan Bandeng asal Mengare menjadi primadona yang dicari masyarakat Gresik saat Pasar bandeng meskipun harga ikan Bandeng tersebut sangatlah mahal.

Potensi wisata Desa Mengare ini sangat baik, seperti wisata sejarah peninggalan jaman colonial yang berada di suatu pulau kecil, berpasir putih dan memiliki hutan kecil yang masih asli, dimana disana terdapat benteng peninggalan Belanda (Benteng Lodewijk), maka dari itu masyarakat Gresik memanggil pulau tersebut “Pulau Binting”

Reruntuhan Benteng Lodewijk.(hello surabaya)

Benteng yang dibangun Belanda tersebut adalah untuk menahan serangan bangsa Portugis yang juga mencoba memperebutkan pulau Jawa melalui jalur Pantai Utara Gresik.

Sayang sarana untuk menuju destinasi wisata yang indah dan penuh dengan sejarah ini sangat minim, untuk perjalanan dengan jarak hanya sekitar 5 km saja kita harus membutuhkan tenaga dan waktu ekstra, karena memang jalan yang ada tidak dapat dikatakan nyaman, kita harus menyusuri pematang ratusan tambak milik warga yang hanya dapat dilewati satu mobil dan satu motor saat berpapasan, belum lagi kita harus menyewa perahu nelayan untuk menuju ke arah pulau tersebut. Semoga ini akan menjadi perhatian Pemkab Gresik untuk segera membuat sarana ke pulau bersejarah ini lebih nyaman sehingga Desa Mengare bukan lagi menjadi Desa yang terpencil dan hampir terisolir oleh keramaian.(*)