Pacu Investasi di Madura, Pemprov Jatim Mulai Rangsang Datangnya Investor

SURABAYAONLINE.CO, Madura – Pulau Madura yang memiliki empat Kabupaten masih jauh tertinggal dari sisi kemapanan ekonomi dibanding dengan wilayah lain yang ada di Jatim. Tak hanya dari sisi nilai investasi yang rendah, tapi juga dari sisi pendidikan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan memacu investasi di pulau Garam itu. Salah satunya adalah Pembangunan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kilovolt (kv) Suramadu sirkit 3 dan 4 serta pengoperasian Gardu Induk (GI) oleh PT Pembangkit Listrik Nasional (PLN) Persero.

“Pembangunan SKKT ini diharapkan mampu merangsang investor untuk menanamkan investasinya di Pulau Madura. Akan muncul lapangan pekerjaan yang pada ujungnya bisa meningkatkan kesejahteraan,” kata Wakil Gubernur Ja‎tim, Saifullah Yusuf usai acara groundbreaking SKTT Di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Rabu (13/9).

Dijelaskan, selama ini investasi di Madura hanya terbatas pada dua sektor, yakni telekomunikasi dan logistik. Namun belakangan, sektor investasi sudah mulai berkembang dengan merambah ke pariwisata dan kerajinan batik.

Saat ini, ada sejumlah wisata alam yang sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. Salah satunya wisata Bukit Jaddih. Kemudian untuk kerajinan, terdapat batik yang sudah banyak dikenal masyarakat Jatim.

“Selama ini kendala investor untuk masuk ke Jatim adalah soal pasokan listrik. Sekarang sudah ada SKTT, maka saya kira investor nanti akan bisa lebih mudah berinvestasi di pulau ini,” ujarnya.

Ditempat sama, Direktur Bisnis PT PLN Regional Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abu Manan, menyebut selain SKTT, PLN juga mengoperasikan sejumlah GI di Jatim yang tersebar di Altaprima di Gresi , Bambe, Gunungsari dan Karangpilang di Surabaya, Jatigedong di Jombang,  Kraksaan di Probolinggo dan Gilitimur di Bangkalan.

Pe‎nyediaan energi listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. Pasalnya, ketersediaan listrik mampu menjadi penggerak kegiatan ekonomi. “M‎eningkatnya kebutuhan listrik di Jatim, diperlukan peningkatan kapasitas infrastruktur kelistrikan yang memadai,” katanya.

Di Bangkalan, SKKT ‎dikerjakan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali I Surabaya. Nilai investasinya mencapai Rp 300 miliar yang diambil dari kas internal perusahaan pelat merah tersebut.

SKTT ini membentang ‎sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari GIS 150kV Kedinding-Surabaya sampai Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura dan terhubung dengan Saluran Udara Tegangan Tinggi  (SUTT) 150kV sebanyak 35 Tower menuju ke GI Bangkalan.

Proyek dilaksanakan oleh PT Prysmian Indonesia yang merupakan perusahaan nasiona. Kabel yang digunakan telah diproduksi di Indonesia.

“Kami targetkan dengan adanya SKTT ini, seluruh masyarakat di Madura bisa teraliri listrik. Saat ini, elektrifikasi di Madura baru sekitar 66%, lebih rendah dibanding rata-raya elektrifikasi secara nasional yang mencapai 91%,” jelasnya.