Film Porno Bisa Bikin Anda dan Pasangan Kecewa

SURABAYAONLINE.CO- Film porno kerap diandalkan pasangan suami istri untuk meningkatkan gairah dan kualitas berhubungan seks. Psikolog dan sex coach, Dr Lori Beth mengatakan, dengan menyaksikan konten porno bersama pasangan, bisa memunculkan energi seksual di antara pasangan.

“Dengan menonton adegan itu bersama, sudah tercipta suasana menggairahkan. Kemudian, ketika membicarakan soal bagaimana Anda meniru adegan itu, suasana lebih menggairahkan hingga akhirnya, puncak gairah bisa dirasa saat Anda melakukannya. Tapi ingat, melakukan adegan itu harus berdasarkan kesediaan dan persetujuan kedua belah pihak,” papar Beth seperti dilansir dari Prevention.

Namun berbeda halnya dengan penelitian yang dilakukan di University of New Brunswick tentang dampak pornografi. Di mana banyak wanita yang merasa kecewa dengan kenyataan saat berhubungan seks lantaran tidak seperti yang mereka harapkan di film porno. Umumnya dalam film porno, pria digambarkan dengan cenderung bertahan lebih lama dan mencapai orgasme dengan mudah.

Selain itu, oral seks yang dilakukan dalam film tersebut juga keduanya terlihat menikmati momen tersebut. Namun penelitian menemukan, banyak wanita yang merasa jijik saat melakukan oral seks dan kecewa dengan ukuran Mr P suaminya yang tidak sesuai seperti dalam film porno. Para pria juga merasakan kecewa lantaran pasangannya tidak semulus model dalam film porno.

Sedangkan saat pasangan suami istri menirukan gaya bercinta seperti dalam film porno, mereka mengaku tidak menemukan momen yang tepat. Bahkan, tak sedikit yang mengalami depresi karena merasa tidak mendapatkan seperti yang diharapkan. Penelitian lainnya yang dilakukan pada klinik urologi San Diego menemukan, ada kaitan antara konsumsi konten porno dengan disfungsi seksual.

Peneliti menemukan pria yang gemar mengonsumsi konten porno lebih tidak tertarik dengan kehidupan seksual mereka yang nyata. “Ketika sebagian besar waktu dihabiskan untuk menonton film porno dan masturbasi maka semakin besar kemungkinan orang-orang tak tertarik pada kehidupan seks yang nyata,” ujar spesialis urolog dr Joseph Alukal dari New York University.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *