Bibiana Steinhaus Resmi Jadi Wasit Wanita Pertama di Bundesliga Jerman

SURABAYAONLINE.CO-Bibiana Steinhaus resmi menjadi wanita pertama yang menjadi wasit Bundesliga Jerman. Hal ini terjadi pada Minggu (10/9) lalu ketika Steinhaus memimpin pertandingan antara Hertha Berlin vs Werder Bremen yang berakhir dengan skor imbang 1-1; tanpa sedikitpun kontroversi tercipta.

Sebelumnya, Bibiana Steinhaus sudah menjadi wasit 2.Bundesliga (Divisi Dua Liga Jerman) dalam tempo 10 tahun. Awal musim ini, dia memimpin pertandingan DFB Pokal antara Chemnitzer vs Bayern Munchen yang berakhir dengan kemenangan Die Roten lima gol tanpa balas.

Dalam laga tersebut, Steinhaus mencatatkan diri sebagai wasit wanita pertama yang memimpin pertandingan yang melibatkan sebuah klub Bundesliga. Dan kini, ‘rekor‘ itu diperbarui lagi dengan keberhasilan sosok berusia 38 tahun itu memimpin laga spieltag ketiga Liga Jerman musim ini antara Hertha vs Bremen.

Bibiana Steinhaus Wanita Pertama Yang Jadi Wasit Bundesliga Jerman!

Selama ini, Bibiana Steinhaus dikenal sebagai wasit yang tegas tanpa kompromi. Dalam laga debutnya di Bundesliga, hal itu pula yang tampak. Tidak ada kejadian kontroversial apapun yang membuat reputasinya sebagai pengadil lapangan diragukan.

Steinhaus membuat keputusan yang sangat baik untuk memberikan ‘keuntungan’ untuk tuan rumah ketika pemain Hertha, Vladimir Darida dilanggar, sehingga Mathew Leckie mencetak gol pembuka pada pertandingan tersebut.

Pemain tengah Denmark Thomas Delaney menyamakan kedudukan di babak kedua untuk membantu Werder Bremen mendapatkan poin pertama mereka musim ini. Namun fokus yang mengarah ke laga itu bukan mengarah pada dua tim yang bermain, tetapi pada keberhasilan Bibiana Steinhaus; yang sepanjang 90 menit hanya mengeluarkan satu kartu kuning.

Terkait performanya memimpin pertandingan, Bibiana Steinhaus menuturkan kepada situs resmi Bundesliga, “Jujur ​​saja, saya merasa lega pertandingan ini berakhir dengan mulus. Sekarang, kita dapat menantikan (pertandingan) yang berikutnya dan memulai kehidupan normal dari hari esok.”(*)