Pemkab Banyuwangi Segera Kereta Gantung ke Kawah Ijen pada 2018

SURABAYAONLINE.CO – Kalau soal Pilgub Jatim Abdullah Azwar Anas mengaku memilih pasif, tapi dalam mengembangkan wisata Banyuwangi, Bupati Banyuwangi ini bisa dikatakan begitu aktif.

Dia mengatakan, saat ini dia berkonsentrasi membangun wisata desa. Masyarakat desa sudah mulai membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang sadar digitalisasi.

“Memang sudah ada yang kelasnya nasional, internasional, ada yang masih koden, lah. Tapi ternyata ekspektasi kita tentang apa yang disukai wisatawan itu ternyata sering berbeda,” ujarnya di Pendopo Bupati, Kamis (7/9/2017).

Sebab, berdasarkan pengamatannya melalui media sosial Instagram milik para wisatawan yang datang ke Banyuwangi, yang lebih disukai adalah objek-objek yang menawarkan pemandangan natural.

“Yang muncul orang njemur kasur, petan-petan di depan rumah, pos kamling. Makanya saya sering melihat apa yang disukai wisatawan bukan berdasarkan persepsi saya,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi saat ini juga telah memfasilitasi masyarakat di 115 desa dengan memasang fiber optik. Anas mengatakan, dia hendak menghadapi era digitalisasi ini lewat desa.

“Kuncinya adalah sektor kreatif. Kalau kelompok kreatif ini tumbuh dari desa, dia bisa memasarkan desanya lewat digitalisasi. Ini sudah jalan, tinggal tahapannya,” katanya.

Selain itu, Marina atau tempat parkir kapal pesiar dengan berbagai fasilitas wisatanya segera tuntas dibangun 2017 ini. Targetnya, Desember mendatang pengerjaannya selesai.

Pembangunan Marina oleh Pelindo Properti Indonesia (PPI) ini tidak hanya menjadi prioritas Pemkab. Kata Anas, Darmin Nasution Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (Menko Ekuin) dengan Menteri Keuangan Singapura telah menyepakati tiga poin kerja sama.

“Salah satunya Pembangunan Marina di Banyuwangi ini,” ujar dia. Marina di Banyuwangi ini berada di Pantai Boom, sehingga nantinya dapat terintegrasi menjadi marina pertama di Jatim yang lengkap dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas wisata.

Terbaru, pada saat yang sama Anas mengembangkan Banyuwangi sebagai ecotourism, investor asal Swiss akan segera membangun cable car (kereta gantung) ke Gunung Ijen. Pembangunan ini tinggal menunggu proses perizinan.

“Konsorsiumnya sudah ada, investornya sudah ada. Izin tapak lahan, karena ini kawasan cagar alam, maka perlu waktu,” ujar Anas.

Bupati Banyuwangi optimistis, kereta gantung ke Ijen yang merupakan pertama kalinya ada di Indonesia ini akan menjadi mesin baru penyedot wisatawan.

“Investornya dari Swiss. Nilai investasinya kurang lebih Rp300 miliar. Mestinya 2018 ini sudah running (dibangun), malah targetnya tahun ini. Karena sudah ada rapat gabungan Kementerian Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan lainnya,” ujarnya.

Kereta gantung ini, kata dia, sangat memungkinkan untuk dibangun. Sebab di negara lain, di pegunungan-pegunungan yang cukup susah didaki seperti di China, Jepang, bahkan di Mount Blanc di pegunungan Alpen, Eropa, kereta gantung ini dibangun.

“Nah, Ijen itu sebenarnya tidak kalah. Tapi karena tidak ada infrastruktur yang cukup, maka wisatawannya tidak progresif,” ujarnya.

Perkembangan wisata yang sangat pesat di Banyuwangi, kata dia, seharusnya bisa menjadi pemantik bagi daerah lain di Jawa Timur untuk mengembangkan pariwisata.

“Saya kira di daerah-daerah lain di Jatim ini perlu dipompa inisiatifnya untuk tumbuh. Karena daerah lain dahsyat potensinya. Lumajang, ada kebun teh, kalau di-branding lagi akan dahsyat,” ujarnya.

Anas juga berpendapat, bila destinasi-destinasi wisata baru di Jawa Timur, seperti Pembangunan Cable Car di Gunung Ijen, segera dibangun, maka target Joko Widodo Presiden 20 juta wisatawan ke Indonesia sangat mungkin dicapai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *