Indonesia 38 Medali Emas, Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah SEA Games

SURABAYAONLINE.CO-Indonesia hanya mencatatkan 38 medali emas di SEA Games 2017 yang rampung pada Rabu (30/8). Jika melihat dalam rentang sejarah panjang SEA Games, ini adalah catatan terburuk bagi kontingen Merah Putih di ajang multi cabang olahraga antar negara-negara Asia Tenggara. Prestasi terendah sebelumnya adalah 43 emas pada tahun 2009.

SEA Games 2017 bukan hanya ditandai dengan runtuhnya dominasi Indonesia di cabang bulu tangkis; gagal menjadi juara umum dan kalah dari Thailand. Lebih jauh daripada itu, Indonesia tidak mampu memenuhi target yang dicanangkan. Jika awalnya kontingen Merah Putih diharapkan bisa mengoleksi 55 emas, faktanya minus 17 emas.

Dikutip dari CNN Indonesia, hingga hari terakhir penyelenggaraan SEA Games 2017, Indonesia hanya memperoleh 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Jumlah yang seperti ini, meletakkan mereka di peringkat kelima; jauh tertinggal dari peringkat empat Singapura yang memiliki 57 medali emas.

Catatan muram lain, belum pernah Indonesia memperoleh hasil seburuk ini, kombinasi dari peringkat dan jumlah emas. Indonesia sejatinya pernah juga merasakan, hanya mentok di lima besar. Hal itu terjadi pada SEA Games 2005 dan SEA Games 2015.

Namun bahkan ketika itu jumlah medali yang dikumpulkan lebih banyak daripada sekarang. Tahun 2005, kontingen Merah Putih memiliki 49 emas. Dan dua tahun lalu, Indonesia mampu memperoleh 47 emas –sembilan lebih banyak daripada sekarang—.

 

Selain itu jika dilihat dari koleksi emas, sebelum ini Indonesia pernah mencatatkan tiga kali mendapatkan emas di bawah 50. Yaitu pada SEA Games 1999 dengan 44 emas, SEA Games 2005 dengan 49 emas, SEA Games 2009 dengan 43 emas, dan SEA Games 2015 dengan 47 emas. Tetapi lagi-lagi, tidak ada yang serendah tahun ini.

Merosotnya prestasi Indonesia ini sudah bisa terlihat sejak awal. Tercatat hanya cabang judo yang berhasil mendapatkan predikat juara umum, dengan total dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Terbanyak dibandingkan negara-negara lain yang tampil di cabang tersebut.

Sementara itu, banyak pencapaian yang di bawah target. Misalnya, atletik. Cabang ini memang memberikan emas terbanyak untuk Indonesia, yaitu lima emas. Namun, awalnya diharapkan cabang tersebut menyetorkan tujuh emas. Begitu pula badminton, yang hanya memperoleh dua emas, padahal harapannya bisa merebut tiga emas.

Satu yang mencolok, sejak SEA Games 1999, Indonesia hanya sekali menjadi juara umum, yaitu ketika menjdai tuan rumah tahun 2011. Selebihnya, negara kita merasakan empat kali peringkat ketiga, dua kali peringkat kedua, dan tiga kali peringkat kelima.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *