Dalam 2 Jam, 125 Truk Overload Ditilang di Tol Sidoarjo-Waru

SURABAYAONLINE.CO- Sebanyak 125 truk overload terjaring razia petugas gabungan di ruas tol Sidoarjo-Waru dalam kurun waktu dua jam, Selasa (29/8/2017).

Purwantoro Kasubag Pelayanan Lalu Lintas Jasa Marga mengatakan, razia truk ini dimulai pukul 08.45-10.45 WIB.

“Sasaran utamanya truk yang overload karena bisa mengakibatkan kemacetan akibat as putus, mogok dan lainnya,” kata Purwantoro pada Radio Suara Surabaya.

Untuk sementara ini, kata dia, tindakan yang dilakukan memang berupa denda tilang. Sedangkan sanksi pengurangan muatan masih belum dilakukan.

“Tapi kita akan evaluasi untuk ke depannya karena harus ada lahan. Selama belum ada lahan, kita koordinasi dengan pengadilan dikarenakan denda maksimal Rp500 ribu. Bisa jadi di pengadilan diputuskan lebih ringan,” ujar dia.

Kata Purwantoro, ini termasuk operasi khusus di ruas jalan tol. Ada peraturan pemerintah No.15 Tahun 2005 tentang jalan tol, Jasa Marga berhak menolak masuk kendaraan yang tidak memenuhi. “Selama ini belum bisa diterapkan dengan pertimbangan mereka akan memenuhi jalan non tol,” katanya.

Disambut Baik 

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memberi apresiasi pada Jasa Marga dan Polresta Sidoarjo yang melakukan operasi truk overload di tol Sidoarjo-Waru.

“Kami sangat menyambut baik. Jembatan timbang jadi kewenangan pemerintah pusat, dengan begitu kebijakan yang menyangkut angkutan barang bisa tersentral. Kalau sebelumnya kan diatur Perda provinsi masing-masing. Belum tentu sama antar daerah, bikin bingung,” kata Wachid Wahyudi Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur pada Radio Suara Surabaya.

Informasi yang didapat, kata dia, jembatan timbang juga akan segera difungsikan maksimal. Peran jembatan timbang tidak hanya untuk mengukur angkutan barang saja tapi juga bisa dimanfaatkan untuk ramp check.

Berdasarkan keputusan menteri, lanjut dia, toleransi overload muatan truk hanya5 persen. Faktanya. muatan bisa berlebih sampai beratus-ratus persen.

“Sebetulnya tidak kita biarkan tapi secara teknis kita lihat berapa beban gandar. Beban gandar itu sumbu kendaraan, semakin banyak sumbunya semakin berat muatannya. Di situlah kita menindak, memang kita belum bisa menindak dengan sempurna. Sekarang baru bisa kita tilang,” ujar dia.

Idealnya, kata dia, kendaraan overload bisa dibongkar muatannya di jembatan timbang. Tapi pertimbangannya untuk membongkat muatan 1 truk saja butuh waktu 15-20 menit dan akan membuat antrean 3 sampai 5 km.

Tentang denda tilang, Wachid mengatakan denda maksimal Rp500 ribu. “Tapi kalau digabungkan dengan UU lain bisa didenda lebih.” katanya. (*)