Harga Telur di Pasaran Anjlok, Peternak di Kediri Merugi

SURABAYAONLINE.CO- Harga telur di pasaran anjlok, membuat peternak di wilayah Kediri resah. Sebab selain merugi, harga pakan tidak sebanding dengan hasil penjualan.

Samsul Hadi, salah satu peternak ayam asal Kelurahan Ngronggo Kota Kediri, misalnya. Keresahan dirasakan sejak 2 bulan lalu. Sebab harga semula Rp 19.500/kg, kini menjadi Rp 17.500.

“Hitunganya selisih Rp 2 ribu dari peternak dengan harga jual di pasaran. Tetapi, kalau harga di pasaran saat ini hanya Rp 17.500/kg, secara otomatis Kami sebagai peternak hanya melepas ke pasaran berkisar Rp 15.200/kg,” ungkap Hadi saat ditemui di kandang ayam ternak miliknya, Jumat (25/8/2017).

Bagi Hadi, jika kondisi ini terjadi berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan keberadaan para peternak akan berangsur punah. Karena, hal ini tidak sebanding dengan operasional yang relatif tinggi.

“Hitunganya, harga jagung saja sudah melambung Rp 4.500/kg, untuk jenis jagung kecil. Padahal, kalau langsung beli di Bulog informasinya hanya berkisar Rp 3500/kg. Namun, sebagai sarana masuk pembelian ke Bulog, kami mengalami kendala akan legalitas badan hukum,” tambahnya.

Sementara Kepala Bulog Sub Divre Kediri, Rahmad Syahjoni Putra mengaku pembelian bisa dilakukan melalui kelompok guna menghindari tengkulak. “Kalau untuk pakan ternak, pembelian bisa melalui kelompok tani dan tidak bisa kalau individu perseorangan,” jelas Joni.