Elite Korea Utara Gemari Film Porno China, Jepang Juga Indonesia

SURABAYAONLINE.CO- Sebuah studi dari PornHub, server pornografi terbesar di dunia, mengungkap kebiasaan warga elite Korea Utara (Korut) yang dapat mengakses internet. Hasil stastik studi situs itu menyebut, para elite Pyongyang menggemari film dewasa Asia, termasuk dari Indonesia.

Selain film dewasa yang dibintangi perempuan Indonesia, film serupa dengan bintang asal Jepang, China, Mogolia, Korea dan Swedia juga jadi favorit mereka.

Penelitian server dewasa yang berbasis di Montreal, Kanada, ini menemukan bahwa sebagian besar pengunjung situsnya cenderung mencari film yang menampilkan bintang asal negara mereka sendiri.

Pornografi secara resmi dilarang di Korea Utara. Namun, menurut penelitian itu, namun beberapa ribu pengguna asal negara itu mengakses situs tersebut selama tahun 2016-2017.

Tak semua warga Korut bisa menikmati akses internet, melainkan hanya kalangan warga elite saja.

Warga biasa sebenarnya juga bisa mengakses internet, namuan hanya dapat melalui sistem intranet negara, Kwangmyog.

Pihak pengelola PornHub, seperti dilansir express.co.uk, Jumat (18/8/2017), mengatakan, 53 persen lalu lintas pengunjung situsnya berasal dari komputer desktop, 36 persen di telepon seluler dan 11 persen melalui tablet.

Pornografi sejatinya dijual secara terbuka di perbatasan China-Korea Utara, meskipun ada upaya rezim Pyongyang untuk menghentikan peredaran tersebut.

Perusahaan di bidang intelijen, Recorded Future, telah melakukan penyelidikan ekstensif yang memantau penggunaan internet di negara yang terisolasi itu selama tiga bulan.

“Banyak VPN (Virtual Private Network) dan VPS (Virtual Private Server) digunakan untuk mengaburkan penjelajahan, baik dari pemantauan internet pasif atau sensor domestik,” kata perusahaan itu, mengutip hasil penyelidikan.

”Satu VPN Amerika Serikat digunakan oleh iPad untuk memeriksa akun Gmail, mengakses Google Cloud, memeriksa akun Facebook dan MSN, dan melihat konten khusus dewasa,” lanjut perusahaan tersebut.

”VPN dan VPS lainnya digunakan untuk menjalankan Metasploit, melakukan pembelian dengan menggunakan bitcoin, mengecek Twitter, main video game, streaming video, mengirimkan dokumen ke Dropbox, dan menjelajahi Amazon.” (*)