Semen Indonesia Operasikan Pembangkit Listrik Bertenaga Gas Buang Senilai Rp 638 Miliar

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Proyek pembangunan Waste Heat Recovery Power Generator (WHRPG) di Pabrik Tuban yang dibangun PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, bekerjasama dengan JFE Enginering Jepang sejak tahun 2014, telah memasuki  tahapan sosialisasi kepada stakeholder, Kamis (16/8).

Direktur Enginering dan Project Semen Indonesia, Aunur Rosyidi mengatakan pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas buang di Pabrik Tuban telah selesai. Pembangkit listrik dengan nilai investasi Rp 638 miliar tersebut, menggunakan sumber energi dari gas buang di Pabrik Tuban I sampai dengan IV dengan kapasitas rata – rata 28 MW.

“Sebelumnya, Semen Indonesia telah menggunakan teknologi sejenis di Pabrik Semen Padang di Indarung dengan kapasitas 8.5 MW dan telah beroperasi sejak tahun 2011,” ujar Aunur Rosyidi.

Dengan pembangunan fasilitas WHRPG di Pabrik Tuban, kata Aunur, Semen Indonesia mampu menghemat konsumsi listrik sebesar 152 juta KWH pertahun atau bila dikonversi ke rupiah sebesar Rp 120 miliar per tahun.

“Selain efisiensi listrik, pembangunan WHRPG membuktikan bahwa Semen Indonesia Group merupakan korporasi yang ramah lingkungan. WHRPG di Pabrik Tuban mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 122.000 ton CO2 per tahun”, lanjutnya.

Edwin Manangsang, Asisten Deputi Bidang Kerjasama Mulitilateral dan Pembiayaan dari Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian mengatakan pembangunan WHRPG di Pabrik Tuban ini sebagian dibiayai oleh Pemerintah Jepang melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

Kerjasama dengan Jepang

Pembangunan WHRPG di Semen Indonesia merupakan proyek dengan investasi senilai US$ 50 juta, dimana Pemerintah Jepang memberi subsidi sebesar US$ 11 juta.

Skema JCM ini, merupakan inisiatif dari Pemerintah Jepang yang mendorong organisasi-organisasi swasta Jepang untuk berinvestasi dalam kegiatan pembangunan rendah karbon di Indonesia melalui insentif.

“Proyek WHRPG di Semen Indonesia adalah kerjasama bilateral antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia yang telah dirancang sejak 3.5 tahun yang lalu. Implementasi proyek WHRPG ini merupakan upaya nyata, dari kegiatan mitigasi perubahan iklim untuk penurunan emisi di Indonesia. Hal ini harus menjadi contoh kegiatan di perusahaan lain bahwa aksi nyata perubahan iklim bisa dilakukan di Indonesia”, ujar Edwin Manangsang.

Edwin menambahkan, teknologi yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan teknologi bersih dengan pemanfaatan panas buang pabrik semen menjadi listrik. Perusahaan semen mendapat keuntungan dengan adanya listrik yang dihasilkan dan lingkungan pun menjadi lebih bersih karena berkurangnya pemakaian energi listrik dari PLN. (san)