Gresik Terapkan Tanam Padi Sistem Jajar Legowo

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Wakil Bupati Gresik Dr. H. Moh. Qosim, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian pada Kementerian Pertanian RI Dr. Andi Muhammad Syakir dan Wakil Ketua DPR RI Dr. Viva Yoga Mauladi
mensosialisasikan gerakan tanam padi menggunakan sistem Jajar Legowo di Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah,
Jumat (21/7).

Wabup Qosim menyampaikan, dengan penerapan mesin bibit padi (Rice Transplanter) membuat pekerjaan petani semakin mudah, lantaran mempercepat waktu tanam bibit padi.

Gerakan tanam padi dengan sistem jajar legowo, merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan aplikasi pupuk dan pengendalian hama pengganggu tanaman.

“Varietas padi Inpari 30 ciherang ini banyak sekali manfaatnya, termasuk berprofit tinggi, tahan rendaman, dan secara karakter agronomis mampu menghasilkan 9,5 ton padi perhektar,” ujar Wabup Qosim.

Sehingga nantinya, lanjut Wabup, diharapkan Gresik dapat mempertahankan surplus beras dan mewujudkan dapat memenuhi swasembada pangan.

Dalam kesempatan itu, diberikan bibit padi sebagai percontohan kepada sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Gapoktan Ujungpangkah, Dukun, Sidayu, Bungah dan Gapoktan Panceng.

Sutono (47) petani asal Gapoktan Dukun berharap agar varietas padi jenis Inpari 30 Ciherang ini mampu menghasilkan kualitas padi yang bagus dan dapat menghasilkan produksi yang melimpah. (san)