Dusun Pabitta Potret Suram Kehidupan Pelosok Pulau Kangean

SURABAYAONLINE.CO-Indonesia terdiri dari beberapa kepulauan, salah satunya di daerah jawa timur. Jawa timur juga terdiri dari beberapa kepulauan, tapi kami tidak akan membahas itu semua. Kami hanya ingin memotret realita pulau yang ada di Kabupaten Sumenep paling timur ujung Madura.

Sumenep mempunyai 126 pulau dan 86 pulau yang terhuni (BPS, 2016), setiap pulau mempunyai potensi dan ke unggulan yang berbeda-beda. Beberapa pulau di Sumenep yang kami datangi masyarakat setempat masih jauh dari kelanyakan dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-harinya.

Beberapa potensi dan keunggulan dari pulau tersebut, seharusnya  membuat masyarakat kepulauan bisa menikmati hasil buminya, akan tetapi nyatanya tidak! Malah masih banyak masyarakat yang mencari nafkah ke luar kota bahkan keluar negeri. Bekerja ke luar bukan tanpa resiko, akan tetapi karena kebutuhan mereka terpaksa mencari nafkah ke luar kota maupun keluar negeri.

Bukan hanya masalah pekerjaan yg sangat sulit bagi masyarakat kepulauan, masalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan juga jauh dari kelanyakan. Seperti yg kami kunjungi di Dusun Pabitta yang ada di Desa Batuputih Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep.

Sangat miris sekali kalau melihat keadaan jalan, kesehatan pendidikan dan lain-lainnya. Bagaimana sulitnya masyarakat setiap hari melewati jalan yang panjang serta jalan yg rusak, bahkan salah satu masyarakat mengatakan bahwa jalan tersebut untuk dijalani kuda dan sapi tidak cocok, apalagi untuk dijalani masyarakat, itu cocoknya untuk dijalani monyet (motak) karena kalau monyet sembarang jalan pasti masih bisa dijalani (yasiman).

Kami berkunjung Desa Batuputih Dusun Pabitta tersebut melewati beberapa rintangan bahkan yang sangat eksrim, tapi kami melewati jalan tersebut dengan semangat juang, kebersamaan dan dengan penuh senyum semangat, sehingga kami bisa nyampek dengan selamat di Dusun Pabitta Desa Batuputih tersebut.Dengan kondisi yang seperti itu, membuat kami termotivasi serta setidaknya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat setempat selama ini.

Seharusnya masyarakat di daerah kangean sejahtera, karena daerah kangean banyak meghasilkan minyak bumi, tapi kenyataannya hasil bumi tersebut tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat pulau kangean.
Terus kalau kejadiannya seperti ini, siapa yang harus ditanyakan, untuk bisa bertanggung jawab? Apa memang akan seterusnya begini, masyarakat kepulauan kangean hanya menonton saja? Mana hak masyarakat kepulauan kangean?

Ini masih dari kepulauan kangean, bagaimana dengan pulau-pulau yang lain yang ada d Kabupaten Sumenep. Kami yakin, keadaannya hampir sama bahkan ada yang lebih parah.(sugiantoso-mahasiswa Universitar Wiraraja/FIK Keperawatan)