Bandara Blimbingsari Banyuwangi Siap Layani Boeing 737-500

SURABAYAONLINE.CO- Jelang penerbangan perdana direct flight Jakarta-Banyuwangi yang akan dimulai, Jumat (16/6) mendatang, Otoritas Bandar Udara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, telah melakukan persiapan matang. Salah satunya adalah selesainya penebalan run way dengan kekuatan 40 Pavement Classification Number (PCN).

Tak hanya itu, landasan bandara juga diperpanjang dari 1.800 meter menjadi 2.250 meter. Bandara Blimbingsari siap digunakan landing dan take off pesawat Boeing 737 seri 500 yang termasuk jenis pesawat Boeing klasik terpendek dan CRJ 1000 Bombardier.

Maskapai penerbangan NAM Air yang merupakan member Sriwijaya Air Group, rencananya akan menggunakan Boeing 737 seri 500 untuk penerbangan Banyuwang-Jakarta langsung, yang akan diluncurkan 16 Juni mendatang.

“InsyaAllah kita sudah siap 100 persen melaksanakan penerbangan langsung Banyuwangi-Jakarta. Segala persiapan dan persyaratan penerbangan di Blimbingsari sudah ready,” kata Kepala Bandara Blimbingsari Dodi D Cahyadi, kepada detikcom, Rabu (14/6/2017).

Selain pembangunannya yang telah rampung, hasil penebalan PCN landasan juga telah lulus uji tim verifikasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemeterian Perhubungan. Tim Verifikasi datang bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) transportasi udara hari Jumat (9/6) lalu untuk memeriksa hasil penebalan PCN.

Namun, menurut Dodi, saat ini terminal Bandara Blimbingsari yang baru dengan konsep Green building masih belum bisa digunakan secara maksimal. Karena ada beberapa ruangan yang masih belum bisa memenuhi standart keamanan Bandara.

“Ada beberapa yang belum bisa digunakan. Mudah-mudahan aspek itu bisa diselesaikan,” tambahnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya telah bertemu otoritas bandara untuk persiapan penerbangan perdana tersebut. Anas meminta agar acara peluncuran penerbangan perdana menghadirkan kebudayaan khas Banyuwangi dan pembacaan sholawat nabi.

“Izinnya sudah terbit kemarin (Rabu (7/6/2017)). Kenapa baru keluar karena ketat perizinannya karena terkait keselamatan penerbangan. Kita ingin menyambut penerbangan perdana ini dengan meriah. Karena ini akan membuka pembangunan Banyuwangi,” kata Anas.(detik.com)