Satlantas Gelar Operasi Patuh Semeru, 130 Pelanggar Langsung Disidang

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Satlantas Polres Gresik bersama dengan Kejaksaan, Pengadilan, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur, menggelar Operasi Gabungan Patuh Semeru 2017 dengan target sasaran pelajar yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kelengkapan Bermotor (STNKB).

Operasi gabungan yang dipusatkan di Terminal Bunder Gresik ini, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, berhasil mengamankan 130 orang yang melanggar peraturan lalulintas.

Bahkan ada dua siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih mengenakan seragam sekolah, terpaksa diamankan petugas karena tidak bisa menunjukkan SIM maupun STNK sepeda motor yang dipakainya.

Saat disidang di tempat, berupa tenda yang berisi anggota polantas, kejaksaan, dan pengadilan, keduanya terlihat tertunduk ketakutan. Ketika sejumlah wartawan hendak mengambil gambar kedua pelajar yang disidang itu, seorang hakim melarang memfoto dari depan.

“Mas tolong itu pelajar jangan difoto dari depan, kasihan masih di bawah umur,” ujar seorang hakim kepada wartawan, Senin (15/5) siang.

Salah seorang pelajar, yang namanya tidak disebutkan, mengaku tidak menyangka bakal terjaring razia. Padahal tadi waktu berangkat, ia melihat tidak ada razia polisi.

“Rencananya tadi saya keluar sekolah sebentar, waktu mau balik ke sekolah eh ada operasi polisi. Padahal kendaraan saya lengkap, seperti spion dan lampu menyala serta memakai helm,” ujar siswa kelas 3 salah satu SMP di Cerme Gresik.

Ipda Suryono, Kanit Patroli Satlantas Polres Gresik mengatakan, sesuai perintah Kapolres Gresik dan Kasatlantas Polres Gresik sasaran Operasi Patuh Semeru 2017 ini difokuskan pada pelajar yang belum memiliki SIM dan kelengkapan berkendaraan bermotor.

“Hasil dari operasi ini, paling banyak menemukan beberapa pengendara yang tidak dilengkapi SIM maupun STNK. Mereka yang kedapatan tidak mempunyai maupun tidak membawa, kita lakukan penilangan,” ujarnya.

Selain pelajar, kata Suryono, polisi juga memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor mulai roda dua, truk, bus dan angkutan yang melalui area Terminal Bunder.

“Operasi gabungan ini dilakukan dari tanggal 9 hingga 22 Mei atau menjelang puasa Ramadhan. Hal itu untuk meminimalisir angka kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polres Gresik, serta untuk mendisiplinkan pengendara agar selalu melengkapi surat kendaraannya,” pungkasnya. (san)