Batu ‘Berjalan’ di Lembah Maut Misteri yang Belum Terpecahkan

SURABAYAONLINE.CO- Ada fenomena aneh di Taman Nasional Lembah Maut, Amerika Serikat. Batu berukuran bola sepak bergerak sendiri dan meninggalkan jejak di lumpur. Muncul beragam spekulasi. Apa yang membuat batu-batu di kawasan tersebut seolah ‘hidup’?

Kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Racetrack Playa. Lokasinya berupa danau kering. Saat musim basah, tanah menjadi lumpur. Sebaliknya saat musim kering, tanah retak-retak.

Terletak di California, AS, Racetrack Playa merupakan salah satu tempat dengan cuaca ekstrem: kering, badai, dan salju. Karena itu, tak ada tanaman dapat hidup.

Racetrack Playa menarik perhatian setelah batu-batu berjalan sendiri. Ada yang bergerak ratusan meter seperti terlihat di foto, ada yang sampai 1 kilometer.

Situs NASA menulis fenomena batu berjalan jadi sorotan sejak 1940-an. Para pakar turun tangan, mulai dari ahli geologi hingga angkasa luar. Selama misteri belum terungkap, muncul spekulasi soal magnet besar di bawah lembah. Juga ‘ulah’ alien memindahkan batu dari satu titik ke titik lain.

Benarkah ada magnet besar yang bisa menggerakkan batu seberat 300 kilogram? Kalau iya, kenapa batu berjalan zigzag? Kenapa tak mengumpul? Investigasi membuktikan, tidak ada magnet di bawah lembah. Spekulasi ini pupus.

Mungkinkah angin yang menyebabkan batu bergeser? Kalau iya, kenapa melaju zigzag? Mungkinkah badai penyebabnya sehingga batu terpencar.

Beragam penelitian dan uji coba dilakukan. Hasilnya, kecepatan angin dan badai di kawasan tersebut tak mungkin menggerakkan batu.

Nah, karena faktor-faktor alam tak mendukung spekulasi, muncul dugaan batu-batu tersebut dipindahkan alien. Tentu saja, ini tak menjawab misteri. Sebab, tidak ada jejak alien atau bahkan orang di kawasan tersebut.

Puluhan tahun kemudian, dalam artikel BBC ‘World Most Bizarre Natural Phenomena’ pada 1 Agustus 2016 dan dikutip detikcom, Kamis (13/4/2017), misteri batu berjalan sendiri terungkap. Jawabannya terletak cuaca.

Pada musim dingin, sungai jadi es. Seperti mendapat seluncuran, batu bergerak saat es mencair. Itulah sebabnya, batu dengan berat berbeda, berjalan zigzag mengikuti seluncuran. Nah saat es mencair, tanah menjadi lumpur. Alhasil gerakan batu meninggalkan track atau lintasan di tanah.

Kalau terjadi di Indonesia, sebelum misteri terungkap, kira-kira apa spekulasi yang muncul tentang fenomena ini ya?(*)