Keluar Zona Nyaman, Gadis Ponorogo Ini Sabet Award di Bangkok

SURABAYAONLINE.CO- Meski berstatus anak tunggal, gadis kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, ini justru ingin keluar dari zona nyaman dan memilih hidup mandiri. Dari pilihan hidupnya inilah Anastasia Purwanti–nama gadis tersebut–meraih prestasi.

Putri pasangan Wahyu Hadi Purwanto dan Dorothea Sukartini ini memutuskan meninggalkan Surabaya untuk kuliah di President University, yang terletak Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Di kampusnya ini, Ana meraih prestasi yang membanggakan.

Gadis kelahiran 7 Maret 1996 ini baru saja meraih Excellent Award di International Conference on Economic and Social Science (ICESS) Bangkok. ICESS merupakan ajang yang diselenggarakan oleh The Institute of Researchers, Engineers and Scientists (IRES). Riset Ana yang berjudul ‘An Evolution of City Branding to Reinforce the City Competition: A Case Study of Surabaya’ merupakan penelitian atas skripsinya yang baru saja lulus sidang pada Januari lalu.

“Karena topik yang cukup menarik, dosen pembimbing saya menyarankan untuk mempublikasikan riset ini melalui international conference. Akhirnya mendapat Excellent Award di ICESS Bangkok pada Minggu (5/3/2017) lalu,” ujar Ana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/3/2017).

Sebenarnya konferensi ini merupakan international conference ke-2 yang pernah Ana ikuti. Pada tahun lalu, paper tim Ana terpilih menjadi paper terbaik di kelas gabungan mata kuliah research methodology dan didaftarkan ke ICESS yang diadakan di Hong Kong pada 5-6 April 2016.

“Paper tim saya lolos seleksi dari panitia The IRES untuk mengikuti konferensi tersebut. Paper tim saya saat itu belum mendapat predikat best paper. Namun sudah dipublikasikan di jurnal internasional hingga tim saya mendapat tawaran untuk mempublikasikan riset tersebut sebagai suatu buku oleh Lambert Publication (publisher dari Jerman) dan saat ini masih dalam proses,” ungkap mahasiswi jurusan manajemen marketing ini.

Gadis yang gemar bermain musik dan menjadi salah satu anggota klub paduan suara di Jakarta ini tercatat sebagai mahasiswi President University pada tahun 2013. Dia memilih kuliah di kampus itu karena menawarkan berbagai macam peluang yang sangat baik untuk pengembangan dirinya.

“Pertama, saya memang ingin kuliah di luar kota. Karena ingin belajar untuk keluar dari zona nyaman agar menjadi lebih mandiri. Adanya beasiswa yang diberikan oleh PT Jababeka juga menjadi salah satu alasan saya untuk kuliah di sini,” ujar Ana.

Mahasiswi yang aktif di HIMA Manajemen dan Charity Club President University ini menambahkan ekspektasinya cukup terpenuhi dengan berbagai benefit yang ia dapatkan dari lingkungan internasional dengan latar daerah yang beragam yang membuatnya menjadi lebih adaptif. Dia juga terbiasa menggunakan bahasa Inggris di seluruh kegiatan kampus sehari-hari.

Selama menyandang gelar mahasiswi, Ana berprestasi di berbagai ajang kompetisi, antara lain juara I National Marketing Debate Competition di Universitas Kristen Petra Surabaya 2015, juara I National Marketing Plan Competition di Universitas Trilogi Jakarta 2016, juara II National Management Case Analysis Competition 2016, dan Astra 1st Awardee Batch 5 2015 oleh PT Astra International.(detik.com)