ITS Ajak Diskusi Masyarakat Sigap Bencana

SURABAYAONLINE.CO- Gempa berkekuatan 6,5 Richter yang mengguncang Pidie Jaya, Aceh rabu pagi mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan, baik dari bantuan maupun bentuk lainnya, salah satunya adalah diskusi pengelolaan bencana yang dilakukan oleh Pusat Studi Kebumian, Bencana dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Tekhnologi Sepuluh November ( ITS) Surabaya, diskusi tersebut menghadirkan Dr. Lilik Kurniawan dari Direktur Pencegahan dan Pengurangan Resiko Benncana. Pagi ini (8/12) di Gedung Pascasarjana ITS.

Lilik Kurniawan menjelaskan bahwasannya pantai-pantai yang memiliki panorama yang indah memiliki potensi yang sangat besar akan terjadinya tsunami, dan Indonesia berada tepat di kawasan akan terjadinya gempa bumi atau bencana alam lainnya, Dia melanjutkan tidak ada alat atau tekhnologi yang dapat memprediksi akan datangnya suatu bencana, maka dari itu semua hal harus dipersipakan seara serius.

” Indonesia harus sigap terhadap akan datangnya bencana, sigap secara manusianya dan juga sigap infranstruktur yang ada, jangan sampe ketika terjadi bencana tidak tau harus kemana,” ujarnya.

Lilik juga menjelaskan selama ini pemerintah sudah berupaya untuk penanggulangan bencana, dia juga menerangkan setiap ada bencana harus diambil pelajarannya, pelajaran yang ia maksud adalah pelajaran secara ilmiah yang mampu bermanfaat bagi para ilmuwan, dia menegaskan bahwasannya anggapan orang-orang selama ini adalah indonesia merupakan supermarket bencana karena sering terjadi hal tersebut, lilik ingin mengubah paradigma tersebut dengan Indonesia Merupakan labolatorium bencana.

Sementara itu Pakar Geologi ITS Ir. Amien Widodo, MS yang dihubungi surabayaonline.co via pesan singkat rabu(07/12) kemarin menerangkan bahwasannya gempa yang terjadi di Pidie Jaya merupakan gempa memiliki dampak yang serius karena fokua gempa yang dangkal lebih dari enam skla richter dan termasuk gempa yang merusak, akan tetapi ketika ditanya apakah ada potensi tsunami seperti tahun 2004 silam, Amien Widodo menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di Aceh saat ini  terjadi di darat diakibatkan oleh pergesaran lempeng, dan gempa Aceh 2004 lalu terjadi di laut dengan kekuatan 8,4 Richter.(yoski)