Gubernur Minta Keikhlasan Doa Masyarakat Jatim Untuk Indonesia

SURABAYAONLINE.CO-Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta keikhlasan doa Masyarakat Jawa Timur untuk Indonesia.

Dengan berkumpulnya para ulama, tokoh agama dan umaroh melaksanakan doa bersama dengan ikhlas,  sangat diharapkan Jawa Timur menjelang akhir tahun akan tetap tenang, kondusif dan hal tersebut diharapkan akan mempengaruhi suasana Negara Indonesia.

“Mari kita kembali pada posisi dialog dan silaturahim. Kepentingan Jawa Timur menjadi kepentingan Indonesia,” harapnya saat menghadiri  acara Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Wilayah Jawa Timur, di Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa(29/11) malam.

Hal tersebut dikatakan karena menurutnya apabila situasi Jawa Timur tidak kondusif maka separuh wilayah dari Indonesia akan terpengaruh. Dicontohkan harga kebutuhan pokok pangan menjadi naik.

Dialog dan silaturahim menurut gubernur merupakan ciri khas warga Jawa Timur. “Karena kita berhadapan dengan orang. Sehingga apabila diajak berdialog maka orang tersebut merasa diperhatikan atau diorangkan, yang menjadikan berbagai permasalahan dapat dengan mudah terselesaikan,” jelasnya lebih lanjut.

Selain itu gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo juga menyampaikan bahwa keamanan, ketertiban dan agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Menjaga keamanan dan ketertiban kunci dari kemakmuran atau kesejahteraan. “Apabila kita tidak menjaga keamanan dan ketertiban maka kegiatan kita untuk mencari penghidupan akan terganggu. Demikian pula apabila daerah kita tidak aman maka untuk melakukan kegiatan keagamaanpun akan terganggu,” paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Pakde Karwo menyampaikan kepada masyarakat yang hadir bahwa besok Hari Rabu (30/11) akan menerima penghargaan dari Menko Polhukam RI sebagai Nomor II untuk  Index Demokrasi Indonesia dan nomor I untuk Keamanan dan Ketertiban Sosial . “Semua itu bukan untuk saya. Tetapi untuk seluruh masyarakat Jawa Timur yang telah bekerja keras ikut membantu menjaga keamanan, ketertiban wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Anton Setiadi pada kesempatan itu mengatakan doa bersama ini dilakukan untuk menyikapi pengalaman Polri bahwa disetiap akhir tahun suasana Jawa Timur agak memanas.

Tahun 2016 menurutnya  Jawa Timur masih menjadi ancaman. Oleh karena itu dilakukan doa bersama dengan seluruh masyarakat dan lintas agama agar Jawa Timur menjadi kondusif. “Kita hanya bisa melakukan dengan doa. Insya Allah doa yang iklhas dari seluruh lapisan masyarakat dan dari seluruh agama yang ada akan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT,” harapnya.

“TNI dan Polri tidak bisa apa-apa tanpa doa dari masyarakat, ulama lintas agama,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pancasila merupakan ideologi terbaik di Indonesia. Mempersatukan berbagai suku bangsa, agama, ras dan antar golongan. “Dengan doa bersama yang dilakukan dengan keikhlasan maka rasa kesatuan dan persatuan akan terwujud,” ungkapnya.

Oleh karena itu Pangdam V Brawijaya sangat mengapresiasi kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Wilayah Jawa Timur ini demi terwujudnya nilai-nilai bersama untuk keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

  1. Drs. Achmad Fauzi Afandi dalam tauziahnya mengatakan bahwa kita semua sangat mendambakan wilayah yang aman. Agama Islam mengajarkan doa awal dan akhir tahun.

Di dalam Agama Islam dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari satu laki-laki dan satu perempuan (Adam dan Hawa). Dari situ tumbuh menjadi berbagai agama, suku bangsa. Dan mereka harus saling menghargai.

Di Islam juga dijelaskan adanya tiga macam persaudaraan (ukhuwah) yaitu ukhuwah Islamiyah  (persaudaraan Umat Islam), ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan bangsa) dan ukhuwah Basyariyah (persaudaraan umat manusia) “Jadi kerukunan tanpa dilihat dari agama dan bangsa apapun,” jelasnya.

“NKRI menjadi ikhtiar kita. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang bisa membawa kemanfaatan,” pungkasnya. (humaspemprov/dw/asikin)