DPRD Lamongan Minta Frekuensi Program Gemilang Ditambah

SURABAYAONLINE.CO, Lamongan – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lamongan meminta ada peningkatan frekuensi kunjungan Program Gerakan Mengurus Identitas Kependudukan Langsung (Gemilang) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Hal itu disampaikan juru bicara Badan Anggaran Ali Makhfudl, saat membacakan Laporan Banggar DPRD terkait hasil pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2017.

Menurut Ali, program Gemilang yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil perlu ditingaktkan frekuensinya menjadi tiga kali setahun ke setiap kecamatan. Program jemput bola pelayanan kependudukan ini, sebelumnya dilaksanakan dua kali setahun.

“Kemudahan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan harus diwujudkan. Karena itu sarana dan prasarana serta aparatur yang terlatih, harus tersedia dalam jumlah yang memadai. Salah satunya dengan menambah alat cetak dokumen kependudukan, dan peningkatan frekuensi Program Gemilang,“ kata Ali Makhfudl.

Dalam Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2017, pendapatan daerah diproyeksikan Rp 2.459.046.208.039, belanja daerah Rp 2.461.651.298.894. Dari komposisi itu, APBD 2017 diproyeksikan defisit Rp 2.605.090.854. Defisit itu selanjutnya akan dibiayai melalui penerimaanpembiayaan yang diproyeksikan Rp 31.505.090.854 dan pengeluaran pembiayaan dengan proyeksi Rp 28.900.000.000 Sehingga pembiayaan netto diproyeksikan Rp 2.605.090.854 untuk menutup defisit.

Dengan nilai defisit dan pembiayaan netto yang sama, sehingga SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) tahun berkenaan di Tahun Anggaran 2017 adalah nol. (san)