Pemerintah RI Berjuang Tambah Kuota dan Perubahan Perhitungan Kuota Haji

SURABAYAONLINE.CO-Negara Indonesia merupakan negara terbesar pemeluk Agama Islam di dunia, yaitu 240 juta dari 250 juta penduduknya. Menurut perhitungan, setiap tahun akan mendapat quota haji sebesar 10 persen atau 240 ribu orang.

Tetapi karena  di tempat untuk melaksanakan ritual haji sedang diperbaiki, maka hanya mendapatkan quota sebesar 150 ribu sampai 175 ribu orang. Hal inilah yang menyebabkan bertambah lamanya daftar tunggu haji, sampai 20 tahun.

“Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Indonesia terus berjuang untuk menambahkan quota dan perubahan cara perhitungan quota,” Jelas Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Tasyakuran & Reuni Haji & Umroh Bimbingan KBIH Jabal Noor di PP. Nurut Taqwa Jabal Noor  Ds. Duwet Ngetal Pogal Kabupaten Trenggalek, Minggu (23/10).

Oleh sebab itu, Wagub yang biasa disapa Gus Ipul itu mengatakan bahwa mereka yang mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji, sama dengan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. “Semua Umat Islam menginginkan beribadah haji. Tetapi tidak semua orang dapat melaksanakan,” ungkapnya.

Artinya banyak orang yang mempunyai banyak uang tetapi tidak dapat melaksanakan ibadah haji, tetapi banyak orang yang tidak mempunyai uang tetapi dapat menunaikan ibadah haji. Allah memuliakan umat dengan berbagai cara.

“Bahkan saking banyaknya yang menginginkan dapat menunaikan haji, tetapi karena tidak adanya Quota sehingga harus menunggu lama, maka segala cara dilakukan walaupun harus dengan cara melanggar peraturan,” tuturnya lebih lanjut.

Untuk itulah Gus Ipul mengharapkan bagi yang telah mendapatkan kesempatan memunaikan ibadah haji  agar seterusnya menjadi Umat Islam yang mulia. Dan bagi yang belum dapat menunaikan haji agar bersabar menunggu sesuai dengan prosedur yang ada. Allah mempunyai berbagai cara untuk memuliakan umatNya.

Pada kesempatan itu Gus Ipul menitipkan pesan kepada Masyarakat Trenggalek agar ikut membantu pemerintah dalam menanggulangi maraknya kekerasan seksual pada anak, porno aksi dan porno grafi, penyalahgunaan narkoba dan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Sementara itu Bupati Trenggalek  Emil Elestianto Dardak pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada para ulama, kiai, dan masyarakat Trenggalek, juga kepada Pemprov. Jatim karena saat Trenggalek dilanda bencana banjir, dengan cara doa dan kerjasama yang dipimpin langsung oleh Gus Ipul , hal tersebut dapat cepat teratasi.

Dan sangat diharapkan agar seluruh masyarakat Trenggalek terus berdoa dan bekerjasama demi percepatan kemajuan dan kesejahteraan Masyarakat Trenggalek.

Sementara itu KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, pengasuh PP. Lirboyo Kediri mengungkapkan bahwa ibadah haji merupakan suatu kemuliaan dari Allah SWT. Yang mempunyai faedah untuk memperbaiki akhlak, artinya amalnya menjadi lebih baik, tingkah laku menjadi lebih baik, hubungan antar kelurga menjadi lebih baik. “Setelah berhaji bagaikan bayi yang baru lahir, kalau mati husnul khotimah,” ungkapnya.

Empat perkara yang tidak diperbolehkan dalam berhaji, yaitu sebagai sara komersial, dibuat  untuk berbelanja, sebagai sarana membeli barang dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. “Perkara yang tidak diperbolehkan lainnya yaitu ingin agar terkenal dengan menyandang haji, sebagai sarana pamer/riya’ dan untuk rekreasi,” pungkasnya. (humaspemprov/dw/dikky).