Hasil GCG: Penerapan Tata Kelola PT Petrokimia Gresik Meningkat

SURABAYAONLINE.CO, Gresik – Direksi dan sejumlah pejabat PT Petrokimia Gresik (PG) menghadiri acara “Exit Meeting GCG (Good Corporate Governance) Self Assessment PG Tahun 2016 oleh Pupuk Indonesia Grup” di Ruang Kemuning Lantai 8 Graha PG, Jumat (14/10/2016).

Acara diawali dengan pemaparan pelaksanaan evaluasi atas hasil assessment GCG 2016 oleh tim evaluator dari Pupuk Indonesia Grup, yang diketuai Muhenry Budi Vaya, dari PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim).

Muhenry mengungkapkan, kegiatan tim evualuator diawali dengan melakukan opening pada Senin (10/10), kemudian menyampaikan kuisoner ke Dewan Komisaris (Dekom), direksi, pejabat grade I. Melakukan wawancara, menganalisis dokumen evidence, obeservasi portal KM (Knowledge Management), website PG, kunjungan lapangan, kunjungan WBS (Whistle Blowing System) dan officer, serta plant tour.

“Dari hasil evaluasi kami, ada peningkatan hasil GCG di sejumlah aspek. Tetapi ada juga rekomendasi yang diberikan, agar PG bisa mendapatkan nilai lebih baik lagi. Salah satu aspek yang meningkat adalah, komitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Muhenry.

Aspek lainnya yang dinilai adalah, aspek pemegang saham dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), aspek dewan komisaris, aspek direksi, serta aspek pengungkapan dan keterbukaan informasi.

Tim evaluator memberi kesempatan hingga 31 Oktober 2016, agar tim PG melakukan sejumlah perbaikan supaya nilainya semakin baik lagi. Harapan tim evaluator, semua rekomendasi beraspek itu dapat ditindaklanjuti. “Secara umum aspek-aspek telah meningkat,” tandas Muhenry.

Direktur Teknik & Pengembangan (Dirtekbang) PG, Arif Fauzan mengatakan, salah satu langkah penting yang harus dilakukan PG agar mencapai kinerja excellent adalah komitmen terhadap penerapan prinsip tata kelola perusahaan. Untuk aspek ini, nilanya ada peningkatan.

“Sebaik apapun kinerja kita, tetap harus ada evaluasi dan rekomendasi untuk bisa mencapai kinerja yang lebih baik lagi. Rekomendasi dari tim evaluator ini akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah, Red),” ujar Dirtekbang.

Hasil assessment, ujar Dirtekbang, tujuannya melihat sejauh mana perusahaan menjalankan aturan. “Perlu dukungan dari seluruh jajaran PG agar menjalankan prinsip tata kelola perusahaan dengan baik,” ujar Dirtekbang (san)