Gus Ipul Harapkan Pancasila sebagai Ukuran Pembangunan

 SURABAYAONLINE.CO-Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menyampaikan rasa syukurnya, karena Negara Indonesia mempunyai Pancasila sebagai dasar negara, sebagai pedoman atau ukuran pembangunan..

“Bukan hanya ucapan, bukan hanya retorika. Tetapi jadikanlah Pancasila sebagai ideologi yang bekerja, jadikan Pancasila sebagai ukuran pembangunan,” pintanya saat menghadiri Surabaya Bersholawat memperingati Tahun Baru Islam 1438 H, di Jl. Pahlawan Surabaya, Sabtu (1/10).

Artinya, seberapa jauh pembangunan dapat berjalan sehingga kita sebagai warga negara Indonesia selalu mencintai Allah SWT dan Rasulullah Nabi Besar Muhammad SAW. “Bagaimana pembangunan ini memanusiakan manusia, suka bergotong-royong, dan menciptakan rasa keadilan ditengah-tengah masyarakat,” jelasnya lebih lanjut.

Wagub yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas memeluk Agama Islam. Mudah-mudahan dengan bimbingan para ulama, para guru, para kiai Negara Indonesia bisa menjadi negara yang aman, tenang, sejuk dan nyaman.

Hal yang paling pokok menurutnya adalah saat ini Pemerintah Indonesia sedang membangun karakter bangsa. “Salah satunya lewat kegiatan berdzikir dan bersholawat. Sebagaimana yang dilakukan pada hari ini,  mengajak seluruh umat manusia untuk selalu dan tetap mencintai Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW,” ungkapnya.

Sangat diharapkan, kegiatan dzikir dan sholawat berguna bukan hanya untuk yang hadir atau hanya untuk Syecher Mania, tetapi berguna bagi seluruh Bangsa Indonesia.

Sementara itu Ustad  Taufik Assegaf dalam tauziahnya menyerukan agar seluruh pemuda Indonesia menjadi pemuda yang beraklhak sebagaimana yang tersurat dalam Dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.

“Perkembangan Kota Surabaya luar biasa, kota yang penuh dengan taman nan cantik. Oleh karena itu jangan biarkan penyakit masyarakat tumbuh di Kota Surabaya,” pintanya.

Dikatakan pula bahwa Indonesia kaya akan ahli agama, guru agama, tetapi hal tersebut belum dimanfaat secara maksimal sehingga masih tumbuh penyimpangan-penyimpangan periaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

“Mudah-mudahan dengan datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1438 H menjadikan umat manusia hijrah kekehidupan yang lebih baik, tidak saling bermusuhan, bekerjasama, bergotong-royong, tidak mau diadu domba, tidak membuat orang ketakutan sebagaimana  yang diinginkan oleh Pancasila,” harapnya.

Surabaya Bersholawat menampilkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dari Jawa Tengah, dihadiri rbuan Syecher Mania yang berasal dari berbagai kota yang memenuhi Jalan Pahlawan Surabaya (humaspemprov/dw/erwin).